Mengatasi Writer’s Block

 

Mengatasi Writer’s Block

Sebuah istilah yang dipopulerkan pertama kali oleh psikoanalisis Edmund Bergler : writer's block.

Malam ini materi yang disajikan tak kalah pentingnya dengan materi-materi sebelumnya. Karena malam ini kita akan mempelajari materi Mengatasi Writer's Block. Sebuah materi yang merupakan modal dalam membuat tulisan berkualitas.

Perempuan cerdas bernama Ditta Widya Utami, S.Pd., Gr. salah satu guru IPA di SMPN 1 Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat.

Mengawali karir sebagai peserta kelas menulis PGRI pada gelombang 7, beliau mampu membuktikan kepiawaiannya dalam menulis, hingga naik kelas menjadi moderator dan menjadi Narasumber di berbagai pelatihan.

Untuk lebih jelasnya, Profil lengkapnya bisa dilihat di blog https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html.Blog lain yang diperuntukkan khusus untuk konten pendidikan, yaitu Jendela IPA,https://jendelaipa.edublogs.org.Juga menulis di Kompasiana : https://www.kompasiana.com/ditta13718.Channel Youtube  https://youtu.be/UkRDLmA4dUY.Instagram :https://www.instagram.com/dittawidyautami

Kuliah malam ini, dibagi menjadi 4 segmen:

1. Pembukaan

2. Penjabaran materi (19.00-20.00 WIB)

3. Sesi Tanya Jawab (20.00-21.00WIB)

4. Penutup (21.00-selesai) , Bagi yang ingin bertanya silahkan menghubungi nomor 085319209113.

Di awali dengan Do’a bersama, dilanjutkan dengan simulasi dengan aturan main :

1. dibagikan sebuah foto.

2. Silakan membuat tulisan (boleh cerpen, puisi, dll). Minimal 3 paragraf/bait.

3. Waktu yang diberikan adalah 15 menit.

4. Selama tantangan, grup akan dibuka. Jadi, bagi yang sudah menyelesaikan tantangan, silakan langsung kirim di grup.

5. Grup akan dikunci jika waktu tantangan telah habis, kemudian dilanjut materi.


Beberapa peserta merasakan menulis berpacu dengan adrenalin, ada yang berupa pusisi, pantun, narasi dan cerpen

“Apakah ada yang sempat merasa tak punya ide menulis? Sudah menulis tapi kemudian kehilangan kata-kata?” Demikian pertanyaan dari pemateri.

“Kalau iya, bisa jadi kita sedang terserang writer's block loh. Alias kebuntuan menulis. “lanjutnya.



Wikipedia mengartikan writer's block sebagai keadaan saat penulis kehilangan kemampuan menulis atau tidak menemukan gagasan baru untuk tulisannya.

Sulit fokus, tidak ada inspirasi menulis, menulis lebih lambat dari biasanya, atau merasa stres dan frustasi untuk menulis merupakan sebagian dari tanda-tanda kita terserang WB.

Keadaan ini bisa menimpa penulis pemula maupun profesional. Karena writer's block umumnya tidak disebabkan oleh masalah komitmen/kompetensi menulis.


Jawabannya tergantung seberapa cepat seorang penulis mampu mengatasi kondisi WB tersebut.

Dengan kata lain, WB bisa terjadi dalam hitungan menit, jam, hari, bulan, bahkan bertahun-tahun.

Pertanyaannya, mau sampai kapan kita biarkan WB ini berlangsung?

Agar bisa mengatasi writer's block, langkah penting yang harus kita lakukan adalah mengetahui penyebabnya.

Dengan mengetahui penyebab, kita bisa lebih fokus mencari solusinya.

Lalu, apa saja penyebab writer's block?

Mencoba metode/topik baru dalam menulis bisa jadi salah satu penyebab WB.

Misal seperti tantangan kita di awal. Bagi penikmat seni wayang atau sejarah, mungkin tidak menemui kesulitan berarti saat harus menulis tentang wayang.

Tapi, bagaimana dengan orang-orang yang tak pernah melihat pertunjukan wayang? Tidak tahu tentang tokoh-tokoh dalam wayang?

Pasti akan merasa "kekurangan inspirasi" dalam menulis dengan tema wayang.

WB telah menyerang. Tapi, jika kemudian kita teguhkan komitmen, lalu mencari bahan bacaan tambahan, maka WB yang terbentuk bisa segera kita hancurkan.

Atau seperti yang ditunjukkan dengan berkreasi membuat tulisan. Sing penting ada wayangnya!

Itu membuktikan Anda sudah mampu menghancurkan tembok penghalang yang menghalangi Anda untuk menulis.

Tak hanya topik baru, metode baru dalam menulis pun bisa membuat kita terserang WB.

Misal jika kita terbiasa menulis karya tulis ilmiah. Kemudian diminta membuat puisi. Keduanya tentu memiliki metode penulisan yang berbeda.

Bagi yang belum terbiasa, tentu akan mengalami kesulitan saat harus menulisnya.

Pada kasus ini, mempelajari teknik dan banyak berlatih menulis merupakan solusi terbaik untuk meminimalkan dampak WB.

Stress, Lelah Fisik/Mental juga bisa menjadi penyebab kita terserang WB.

Terlalu memaksakan diri dalam banyak pekerjaan hingga membuat tubuh lelah bisa membuat kita burn out.

Hanya sedikit yang masih mampu menulis dalam keadaan sakit/lelah fisik.

Pada kondisi ini, istirahat sejenak tentu menjadi pilihan terbaik.

Otak dan tubuh kita bukan mesin, toh? Last but not least ...

Terlalu perfeksionis pun bisa menjadi penyebab kita sering terkena WB.

Maka ketika penat, beristirahatlah sejenak. Cari ruang dan udara segar. Lakukan hal-hal yang membahagiakan. Refresh kembali hati dan pikiran kita sehingga kita bisa mendapat inspirasi baru.

Ada pepatah yang mengatakan perfectionism kills creativity. Perfeksionis itu bisa mematikan kreativitas.

Saat menulis, orang yang perfeksionis mungkin akan berpikir apakah kalimatnya sudah tepat? Apakah ada kaitan dari paragraf satu ke paragraf lainnya? dsb.

Ketika seseorang pernah sangat populer dengan tulisannya. Misal postingan di blog yang baca hingga ratusan bahkan ribuan. Menerbitkan buku hingga best seller.

Nah, yang seperti ini pun bisa jadi terjebak dalam lingkup perfeksionis.

Tulisan sebelumnya booming, yang sekarang tentu harus booming juga. Harus laku juga. Harus banyak yang baca juga.

Kekhawatiran seperti itu justru bisa membuat WB nempel lebih lama pada kita.

Jika ini terjadi, maka ...

Ingatlah kembali alasan awal kita menulis. Tujuan kita menulis. Masa-masa saat kita merintis menjadi seorang penulis.

Kalimat penutup dari Pemateri :


Kemudian peserta di minta berkenan mengisi refleksi ini:




https://forms.gle/a8G9xpfkLqsGPqJT7

KESIMPULAN:

Writer's block adalah kendala umum bagi para penulis, namun ketika komitmen dalam menulis sangat matang, maka kita akan dapat menulis dengan mengalir . Selain itu, me refresh pikiran dengan melakukan aktivitas yang kita sukai, bisa membangkitkan selera menulis dan menepis gejala WB

Menggunakan golden times adalah langkah mudah dalam menulis, karena dengan begitu ide menulis akan muncul berserak.

Nuratikoh

Berau – Kaltim

https://biasbelajarmenulis.blogspot.com/

Buku Mahkota Penulis, Buku Muara Tulisan

 

Buku Mahkota Penulis,

Buku Muara Tulisan

Sesungguhnya muara dari menulis itu adalah buku, karena buku bersifat abadi dan menjadi alibi tak terbantahkan atas kehadiran seorang anak manusia di muka bumi ini – Thamrin Dahlan (Dosen Kompassioner)

H. Thamrin Dahlan, SKM,M.Si, lahir di Jambi 07 Juli 1952 ,Kombes Pol(Purn) Polri, Dosen Akper Polri, D3 Akper Palembang, S1 FKM UI, S2 Pasca Sarjana UI, Pegiat Literasi, Penulis yang telah menerbitkan 40 buku, penerbit yayasan  Pusaka Thamrin Dahlan.

Alamat Email : thamrindahlan@gmail.com, web. : terbitkanbukugratis.id, kompasiana.com, Whats app, tinggal di Kelurahan Dukuh RT 05 RW 06 Jakarta Timur , Twitter, HP 0815993257

Motto menulis: Berbagi Kebaikan; penasehat, penakawan penasaran

Materi malam ini di sampaikan secara detail dan rapi melaui WAG dan jika dicermati semuanya berasa daging, nikmat, dan memikat, mempesona, bernuansa ilmu yang di selingi kata motivasi dari berbagai sisi.

Menariknya lagi materi di sahare dengan cara yang berbeda dari biasanya, perlahan berusaha bersahabat dengan sinyal untuk mempelajari 30 slide yang luar biasa.

Penjelasan terperinci mulai dari : macam pekerjaan peradaban, Guru arsitek peradaban, Guru Hebat, Literasi,dari tulisan menjadi buku,semua orang bisa menulis,kategori artikel tulisan,metode menulis praktis,menulis pendek- pendek,apa yang di tulis,darimana inspirasi menulis,kapan menulis,dimana meletakkan tulisan,kemana tulisan di share,keajaiban 3 rahasia jurnalistik,dan tentang Penerbit yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD)

Pekerjaan peradaban

Sesungguhnya di muka bumi ini hanya terdapat 2 pekerjaan peradaban. Bersebab hasil dari pekerjaan mulia ini akan terus dikenang sepanjang masa

Ø  Jurnalis/ penulis

Ø  Pengajar/guru

Guru Arsitek Peradaban

Guru sebagai arsitek peradaban adalah guru yang mendidik dan mengajar dengan hati. Tuntutannya berarti guru memberikan contoh yang baik bagi anak didik.

Melalui proses keteladanan atau member contoh melalui sikap dan tingkah laku yang baik merupakan strategi yang ampuh dari sekedar mengajar di depan kelas. Dan guru yang mendidik dengan hati, menjadikan profesi guru sebagai jalan menggapai ridha ilahi.

Guru Hebat

Guru sebagai sang arsitek peradaban adalah guru yang mampu mengubah paradigm lebih berpikir kritis, terbuka, dan terus berkembang untuk menjadi guru yang hebat.

Di masa kini, guru yang “apa adanya” tidak lagi bisa membanggakan diri karena “guru hebat”lah yang bisa di andalkan untuk memenuhi tuntutan zaman yang mengharuskan peningkatan dalam mutu pendidikan




Literasi

Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan ketrampilan individu dalam: Membaca, menulis, berbicara, menghitung danmemecahkan masalah.

Dari tulisan menjadi buku

Tulisan-tulisan itu ibarat air mengalir. Tetes demi tetes bergabung menjadi satu, mengalir jauh mencari tempat terendah akhirnya bermuara di lautan.

Itulah buku. Sejatinya buku adalah kumpulan tulisan nan terserak. Selayaknya karya gemilang, olah pikir perlu di selamatkan menjadi kitab (BUKU ADALAH MUARA TULISAN)

Semua orang bisa menulis

Ketika anda bisa berbicara maka otomatis anda bisa menulis

Menulis sesungguhnya pekerjaan memindahkan apa yang di ucapkan kedalam peralatan tulis menulis

Kategori Artikel tulisan

1.      Artikel Deskriptip : hanya sebatas menggambarkan atau melaporka (to descrip) azaza 5 W 1 H, tidak memecahkan masalah. Reportase/liputan/laporan

2.      Artikel Eksplanatif : Menjelaskan menerangkan dan mengupas permasalahan secara mendalam/ilmiah. Objektif dan bertanggungjawab

ü  Karya ilmiah : Skripsp, Tesis, / Disertasi/Jurnal

ü  Opini : Ipoleksosbudhankam

3.      Fiksi : Kebebasan menuangkan inspirasi dunia maya sebagai bagian tak terpisahkan dari seni ( puisi, novel, cerbung, cerpen, pantun)

Metode menulis praktis

Ø  Upayakan tidak meninggalkan tulisan

Ø  Hiraukan kesalahan ketik

Ø  Ketika blank, tinggalkan paragraf masuk ke paragraf baru

Ø  Baca berulang-ulang pada proses editing

Ø  Sebagai pemula cukup menulis 7 paragraf

Ø  Bersegera posting tulisan di media sosial

 

Menulis Pendek- pendek

Ø  Menulis pendek-pendek, upayakan maksimal 9 kata dalam satu kalimat

Ø  Bahasa bicara seperti bertutur kata

Ø  Mudah di mengerti/ di pahami

Ø  Runtut tidak Menjelimet




Apa yang di tulis

Ø  Tulislah apa yang disuka

Ø  Tulislah apa yang dipahami

Ø  Tulislah tentang hobby

Ø  Tulislah tentang pekerjaa

Ø  Tulislah tentang linkungan,keluarga dan teman

Ø  Tulis apa saja

Darimana inspirasi menulis

Ø  Banyak membaca

Ø  Mengikuti webinar

Ø  Banyak berjalan

Ø  Menelaah berita aktual

Ø  Menelisik berita viral

Ø  Sillaturrahim

Ø  Menyaksikan fenomena alam

Ø  Berkomunikasi

Ø  Bahan ajar

Ø  Suasana kelas, Dan lain-lain

Kapan menulis

Ø  Luangkan waktu khusus

Ø  Waktu senggang

Ø  Ketika menunggu

Ø  Ba’da subuh

Ø  Sebelum tidur

Ø  One day one posting

Dimana meletakkan tulisan

Facebook, Hanphone, Laptop, Personal computer/PC, kertas tulis, notebook, bersosial media (hendaknya memiliki akun di beberapa wbsite, memiliki email, menyimpan password)

Kemana tulisan di share

Website sekolah, website kompassiana.com, website terbitkanbukugratis.id, face book, whats app, email, messengers, twitter.

Keajaiban 3 rahasia jurnalistik

1.      Ternyata setiap tulisan itu memiliki roh. Roh dalam artian tulisan hidup dengan syarat karya ketik di syiarkan ke media sosial. Ketika Tulisan dibaca apalagi di beri komentar (terlepas tanggapan baik atau mencemooh) maka anda sudah berhasil menjadi penulis non buku harian.

2.      Biarlah tulisanmu itu membela dirinya sendiri. Biarlah bukumu itu mengikuti takdirnya (Buya Hamka). Buku bukan orang terkenal sampai ke pak Prabowo Subianto. Terbit buku Prabowo Presidenku

3.      Surprise tak terduga, mendapat kesempatan bicara di depan Presiden Jokowi






Jika seseorang ingin melihat dunia, maka membacalah, Tapi jika ingin di kenal, maka menulislah – Imam Syafi’i

Nuratikoh

Berau - Kaltim

https://biasbelajarmenulis.blogspot.com/




Menerbitkan Buku Semakin Mudah Di Penerbit Indie

 

Menerbitkan Buku

Semakin  Mudah Di Penerbit Indie

 

Menjelang  Magrib, hujan gerimis rintik-rintik, membuat malam hening ini terkonsentrasi untuk menggerakkan jemari , merangkai kata menjadi untaian kalimat materi Diklat yang tersirat akan lebih bermakna.

Pemateri yang tidak asing di kalangan peserta bernama lengkap Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd lahir di Jakarta, 30 Juni 1992. Kini tinggal di Bekasi dan berprofesi sebagai guru SD di Jakarta. Memulai aktivitas menulis ketika blog pertamanya (www.praszetyawan.com) dibuat pada 2009. Profilnya pernah dimuat dalam buku berjudul "Majors For The Future".

 Riwayat Pendidikan

SD Strada Kampung Sawah (1998-2004),SMP Strada Kampung Sawah (2004-2007),SMA Pangudi Luhur II Servasius (2007-2010),PGSD Unika Atma Jaya Jakarta (2010-2014)

 Riwayat Pekerjaan

Guru SD Santo Mikael, Jakarta (2014-2015),Guru SDN Sumur Batu 01 Pagi, Jakarta (2015-sekarang)

Puluhan tulisannya sudah dimuat di berbagai media cetak. Sebagian besar dimuat di  Tabloid Bola, Harian Bola, Tabloid Soccer. Ada juga yang dimuat di Harian Kompas, Kedaulatan Rakyat, Warta Kota, Media Indonesia, dan Majalah Hidup. Secara detail bisa di akses di: https://www.praszetyawan.com/p/profil.html

Bagi penulis pemula di zaman sekarang menerbitkan buku semakin mudah,  tentu penerbit indie menjadi solusi untuk bisa mewujudkan impian memiliki buku karya sendiri tanpa seleksi dengan jaminan:

Ø  Naskah pasti diterbitkan

Ø  Proses penerbitan mudah dan cepat

Tahap seleksi naskah menjadi tantangan  dan perjuangan penulis untuk bisa menembus penerbit mayor. Ketika naskah diterima pun proses penerbitannya sangat lama.

Memang  kalau di penerbit indie, kita perlu keluar biaya untuk mendapat fasilitas pra cetak penerbitan.

Tapi itu memang konsekuensi dari penerbitan tanpa seleksi, sehingga biaya penerbitan menjadi tanggung jawab penulis untuk mendapat fasilitas penerbitan yang memuaskan.

Pemateri sebenarnya sudah punya keinginan menulis buku pada tahun 2014 dan  berniat membuat buku tutorial blog. Waktu itu belum buku blog khusus guru.

Namun tidak punya mentor yang membimbing dan tidak tahu harus masuk di komunitas apa. karena tidak punya banyak refferensi tentang dunia penerbitan

Akhirnya Pada Awal 2019 mulai bangkit lagi karena tidak sengaja menemukan hashtag di Instagram tentang penerbit Indie. Dan mengetahui bahwa menerbitkan buku sekarang lebih mudah dan banyak pilihan penerbit indie

Hingga akhirnya pada Oktober 2020  mengirim naskah buku pertama ke salah satu penerbit Indie.

Perlu waktu 3 bulan untuk menunggu sampai buku terbit. Akhirnya pada akhir Januari 2020, buku pertama terbit

Buku pertamanya bisa di akses pada link berikut ini:

https://www.praszetyawan.com/2020/02/buku-blog-untuk-guru-era-40.html

Pemateri termasuk salah satu yang bisa membantu kita menerbitkan buku yang akan disalurkan ke rekanan penerbit indie yaitu Penerbit Gemala, yang ternyata memberi fasilitas  paket penerbitan GRATIS, jika dari awal sudah berniat mencetak lebih dari 40 eksemplar, Jika ingin mengetahui lebih lanjut  bisa di akses di link berikut:

http://www.praszetyawan.com/2021/01/butuh-bantuan-menerbitkan-buku-disini.html

Buku-buku peserta belajar menulis dari berbagai gelombang yang terbit lewat penerbit rekanan pemateri terdokumentasi dalam link berikut:

https://pelatihanbelajarmenulis.blogspot.com/2021/06/galeri-buku-karya-peserta-belajar.html

Saran pemateri sebaiknnya kita  memahami betul ketentuan tiap penerbit dan memilih yang cocok. Penerbit memiliki penawaran dan ketentuan yang berbeda-beda

 

Mencium  alis favorit Barbie

Mama  Rian si dermawan

Senyum manis  penerbit indie

Bersama Brian Prasetsawan

 

Nuratikoh

Berau – Kalimantan Timur

https://biasbelajarmenulis.blogspot.com/

SOTO tantangan Omjay


SOTO tantangan Omjay

Siang ini agak panas, tantangan Omjay membuat ngiler ingin menikmati soto yang pedas,

Menu soto sepertinya biasa, sederhana, gampang di buat,dan ada dibeberapa tempat.

Jangan heran….,di semua kalangan, mulai anak kecil, remaja, dewasa, di pedalaman ataupun di perkotaan,   siapa sih yang tidak pernah mencoba mencicipinya?

Tentu saja menu khas Indonesia yang tersaji menyesuaikan dengan asal daerah dan menunjukkan ciri khasnya masing-masing, sudah masyhur sampai pelosok nusantara.

Jika bertempat tinggal atau kebetulan melakukan traveling dan berada di daerah Lamongan, saat makan soto yang terhidang tentu saja akan di sebut dengan nama soto Lamongan,  lain halnya dengan di Banjarmasin sebutannya juga menyesuaikan dengan nama daerah tersebut atau di kenal dengan nama soto Banjar, berbeda lagi dengan masyarakat Medan, tentu saja menyebutnya dengan soto Medan , begitu juga dengan soto Betawi, masyarakat akan mengenal bahwa makanan itu berasal dari daerah Betawi.

Namun karena keahlian dan jiwa kuliner para pencipta resep, bisa saja soto menjadi nama lain dari daerah-daerah yang telah disebutkan tadi. 

Kreasi resep sesuai menu pembuatnya semakin menjadi citra yang akan  menarik pelanggan jika kebetulan pemilik memiliki usaha di bidang kuliner. 

Misalnya Soto ayam/ sapi kuah kuning, soto ayam putih, soto santan, Soto ayam berkuah bening segar, soto ayam ambengan, soto ayam special dan enak, soto ayam special kuah bening yang super lezat dan lain-lainnya.

Sedangkan masyarakat yang suka menghidangkan menu soto di rumah atau acaranya masing-masing, bebas memilih aneka resep atau bahkan memadukan beberapa resep sesuai keadaan dan selera.



Dito demam sudah mending

Berpetualang sigap  penjaja  ikan

Soto ayam kuah bening

Terhidang sedap di meja makan


Nuratikoh
Berau - Kaltim










Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi

 


Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi

MENULISLAH AGAR HIDUPMU BERMAKNA, MENULISLAH AGAR HIDUPMU BERWARNA, MENULISLAH HARI INI AGAR ENGKAU DIKENANG ESOK HARI    -AAM NURHASANAH

Sungguh !, kita akan membaca  pemaparan materi yang begitu memukau . Ini adalah sebuah kisah nyata.

Berawal dari sebuah kesuksesan yang tertunda saat pertama kali ikut kelas Omjay, tergabung di gelombang 8, mengulang kelas di gelombang 12. dan ternyata berhasil melahirkan buku pertama Antologi,

Kemudian dilanjutkan dengan ceritera tentang pembuatan buku solo pertama, dan buku kedua

Melangkah ke tangga berikutnya hingga berhasil menjadi kurator di beberapa kelas menulis gelombang 16,17,18, dan beberapa antologi puisi

Pemateri merasa masih fakir ilmu, mengikuti lomba blog HUT AISEI. dan hanya masuk 10 besar.

Dilanjutkan dengan ikut lomba blog PGRI, Alhamdulillah jadi Juara 1

Kegigihannya tidak berhenti sampai disini dilanjutkan mengikuti  program menulis seminggu yang diadakan Prof. Ekoji, naskahnya tembus ke penerbit mayor PT Andi Offset Yogyakarta.

Hingga akhirnya menjadi editor dan salah satu buku yang diedit adalah milik gurunya

Cerita berlanjut bagaimana beliau dikenal dengan Bu Aam Juara 1  Lomba Blog PGRI Tingkat Nasional, hingga akhirnya bisa menerbitkan buku solo yang ketiga

Mari kita simak …..!,

Pengalaman pemateri yang akrab disapa dengan panggilan bu Aam,  ( Aam Nurhasanah, S.Pd ) lahir di Cipanas 12 Agustus 1998,

Menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMPS Mathla Ul Hidayah Cipanas (SMPS MAHIDA) Lebak, moderator, narasumber, kurator, dan mulai menjadi Editor, Juara I Lomba Blog PGRI dan Juara 10 besar HUT AISEI kategori artikel favorit, penulis 20 buku

Aktif di beberapa komunita menulis

1.      Pengurus Kelas Belajar Menulis Gratis Omjay dan PGRI ( admin,moderator dan narasumber)

2.      Cakrawala Blogger Guru Nasional (Lagerunal) sebagai admin, moderator dan narasumber

3.      Yayasan Pustaka Thamrin Dahlan (YPTD) sebagai admin dan moderator

4.      Komunitas AISEI ( Association for International Minded Scgool Educators Indonesia)

5.      Komunitas Aksara Bermakna (KAB) Wonosobo Founder Kak Usrorun Hasanah

6.      Sahabat Pena Kita ( SPK) Tulungagung Founder Dr Ngainum Naim

7.      Founder Komunitas Pantun Bersuka Ria dan Puisi  ( Patidusa dan Teletet)

8.      Pengurus di kelas belajar menulis Omjay dan PGRI

9.      Pengurus kelas belajar bicara atau Public Speaking For Teacher sebagai admin,  narasumber dan moderator

Alamat : surel : aam nurhasanah12@gmail.com. FB : Aam Nurhasanah, IG : aamnurhasanah88


Cerita mengenai pemateri , yang di setiap kisahnya mnyebut dirinya dengan “saya” maksudnya adalah bu Aam Nurhasanah

Dulu, saya  pertama kali ikut kelas Omjay, dulu saya tergabung di gelombang 8 bersama Cak Inin(Pak Mukminin), Bu Nora, dan Mr. Bams yang kemarin sudah menemani Bapak dan Ibu guru. Waktu itu, Mr.Bams ketua kelas kami dipercaya Omjay bertugas sebagai moderator dan saya mulai mengagumi profesi moderator. Saya lalu membayangkan bisa menjadi moderator kelas menulis Omjay.

Namun, impian saya jadi hilang. Saya tidak lulus karena tidak fokus dan bingung dengan tugas membuat resume yang baik. Akhirnya saya ditinggalkan Cak Inin, Bu Nora, dan Mr. Bams.

Saya memupuk kembali kepercayaan diri, dengan kobaran semangat yang berapi, kembali mengulang kelas di gelombang 12. Saat itu moderatornya Ibu Fatimah dari Aceh.

Saat itu semangat saya menggebu-gebu, pasang langkah kaki seribu, ingin segera terbitnya buku, gabung antologi lahirlah buku pertama saya.


Ini mahkota saya yang pertama, sungguh sangat berharga, jadi lecutan diri untuk terbitkan buku sendiri.

Bu Kanjeng telah mampu memotivasi diri saya. Beliau mengatakan better late than never. Ikatlah ilmu dengan menuliskannya. Biarlah tulisanmu menemui takdirnya.

Saya membuat buku solo "Mengukir Mimpi Jadi Penulis Hebat" karena dulu saya bermimpi ingin jadi penulis buku. Akhirnya Allah mudahkan dan lancarkan jalan saya. Impian saya perlahan menjadi kenyataan.



Bu Kanjeng terus memotivasi saya, ayo bu Aam buat buku solo kedua. Pengalaman akan hilang jika tidak dituliskan. Maka saya memutuskan membuat buku kedua dengan judul "Kunci Sukses Menjadi Moderator Online


Buku saya sayang kedua diterbitkan Bu Kanjeng dan Pak D Susanto yang jadi editornya. Saya jadi bermimpi lagi, apa saya bisa jadi editor andal?

Mimpi demi mimpi terus berganti.. Menjadi lecutan semangat untuk mengasah diri.

Setelah buku kedua saya lahir, Bu Kanjeng mulai melihat kemampuan diri. Ditawarilah tugas sebagai kurator. Tugas kurator adalah menghimpun naskah&administrasi yang masuk, hingga buku sampai ke pembaca. Akhirnya saya berhasil menjadi kurator di beberapa kelas menulis gelombang 16,17,18, dan beberapa antologi puisi binaan bu kanjeng.


 






Cover buku di atas kuratornya adalah saya sendiri

Karena merasa masih fakir ilmu, saya coba mengikuti lomba blog HUT AISEI. Saya hanya masuk 10 besar. Saya dapat hadiah webcam. Lumayan buat zoom. Saya mengasah diri lagi, ikut lomba blog PGRI, alhamdulillah impian saya terbukti, jadi Juara 1 sampai teringat selalu dalam hati.



Tidak cukup sampai di situ, saya ikut program menulis seminggu yang diadakan Prof. Ekoji, alhamdulillah naskah saya tembus ke penerbit mayor PT Andi Offset Yogyakarta.


Saya lalu mendapatkan telpon, dari murid saya yang di arab saudi jadi TKI. Namanya Juminah. Dia meminta saya mengedit naskahnya. Naskah Juminah hanya ditulis dari hp. Dia kirim lewat WA. Ini pengalaman pertama saya menjadi seorang editor.




Dari pengalaman mengedit naskah Juminah, saya ditawari menjadi editor oleh Bu Kanjeng.





Ada 3 naskah peserta yang masih saya edit, salah satunya punya guru saya, Bu Endah Hamidah, S.Pd.



Dari kegagalan di gelombang 8, saya terus belajar memompa diri untuk bisa berbagi dan bermanfaat untuk orang lain

Akhirnya kegagalan itu membuat saya dikenal dengan Bu Aam Juara 1  Lomba Blog PGRI Tingkat Nasional


Ini buku solo ke-3 saya, yang isinya kumpulan 28 hari ngeblog. Saat itu semua peserta diminta menulis di blog selama 28 hari tanpa jeda. Alhamdulillah, saya keluar sebagai Juaranya.



Semoga SUKSES,
Aamiin


Nuratikoh
Berau - Kaltim

Kata Sambutan Ketua Panitia Diklat PGRI Kecamatan Talisayan

  Assalamu'alaikum wr wb Yth. Bapak Ketua PGRI Kabupaten Berau, beserta rombongan Bapak Ketua PGRI Kecamatan Talisayan Bapak C...