Menjadi Penulis Buku Mayor

 

Menjadi Penulis Buku Mayor

Para penulis dan calon penulis harus paham cara berpikir industri penerbitan agar naskah tidak di tolak.

Penerbit adalah lembaga profitable yang mencari keuntungan untuk bertahan hidup sehingga karyawan sejahtera, konsumen puas dalam waktu yang tidak terbatas.

Oleh karena itu penerbit boleh dikatakan industri. Naskah yang masuk pun akan dianggap sebagai  bahan baku output industri.

Jika bahan baku bagus , maka akan menghasilkan produk yang bagus pula.

Malam ini , Setelah mencoba untuk bersahabat dengan sinyal, ternyata tetap terpental, ini bukan kendala untuk tetap menggoreskan pena karena pemateri kali ini cukup terkenal, esok hari hari yakin akan bisa menulis kalimat dengan hangat dan mudah di kenal.

Melanjutkan untuk menggoreskan pena agar kita dengan mudah bisa MENULIS BUKU YANG DITERIMA PENERBIT MAYOR belajar bersama dengan orang hebat di sebuah penerbitan

Ada pesan dari Mr Bam sang moderator untuk peserta :

1. Nikmati kelas ini dengan bahagia, tersenyumlah agar imun bertambah.

2. Sediakan air minum juga cemilan agar tambah bahagia.

3. Siapkan pertanyaan, kirim ke 088809405468 sebutkan nama dan asal.

4. Nikmati materi dari narasumber dengan antusias

5. Materinya sampai pukul 20.00 WIB. Dilanjutkan tanya jawab sampai pukul 21.00 WIB


Judul yang sangat menarik …

Berikut ini adalah Indentitas singkat pemateri, yang hampir 20 tahun hidup di  dunia penerbitan, penulisan dan aktif di asosiasi penerbit di Indonesia membuatnya  selalu bersemangat jika diajak berdiskusi seputaran Penerbitan dan penulisan




Apa syaratnya agar tulisan kita bisa diterbitkan oleh penebit mayor?

Apa kreteria penerbit Mayor?

Apa bedanya dengan penerbit minor atau penerbit Indie?

Sebelum teknologi informasi berkembang pesat seperti sekarang ini; orang hanya mengenal penerbit Mayor dan penerbit Minor, masing-masing punya pendapat masing-masing apa yang membedakan penerbit mayor dan penerbit minor. Namun semua pendapat itu merujuk pada satu kesimpulan yang pasti yaitu Jumlah terbitan buku pertahun penerbit mayor jauh lebih banyak dibanding penerbit minor. berapa jumlahnya? masing-masing punya pendapat sendiri.

Mengapa penulis merasa lebih bangga jika karyanya diterbitkan oleh penerbit mayor? Tentunya naskah karyanya akan dikelola lebih profesional, penerbit mayor biasanya punya fasiliatas lebih baik, modal, percetakan, SDM juag jaringan pemasaran yang lebih luas.

Dan... agar karyanya bisa masuk diterima diterbitkan oleh penerbit mayor harus melalui sleksi dengan tingkat persaingan yang sangat mat ketat. Contoh di Penerbit ANDI, tiap bulan naskah yang masuk bisa sampai 300 sd 500 naskah dan yang diterbitkan hanya 50 sd 60 judul saja. tentunya sisanya dikembalikan ke penulis atau DITOLAK.

Karena begitu sulitnya menembus penerbit profesional baik yang penerbit minor apalagi penerbit mayor, maka para penulis ada yang menerbitkan karyanya sendiri yang saat ini penerbit seperti ini kitas sebut dengan Pnerbit Indie.

Naskah buku seperti apa yang bisa diterima dan diterbitkan oleh Penerbit Profesional seperti penerbit ANDI?. Tentunya adalah semua naskah buku yang bisa dijadikan buku lalu laris dijual. Berikut ini adalah pengelompokan buku yang bisa dijual dipasaran:


Kelompok besar buku dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok buku teks dan kelompok buku non teks, Buku tels adalah buku yang digunakan olah mahsiswa atau siswa dalam proses pembelajaran. Ditingkat sekolah disebut buku pelajaran disngkat BUPEL sedangkan untuk kelompok mahasiswa disebut buku perguruan tinggi disingkat PERTI.

Sedangkan buku non teks adalah sebaaliknya dan cenderung disebuat sebagai buku-buku populer karena memang kontennya berupa apa saja yang populer dan dibutuhkan oleh masyarakat.

Ini contoh buku teks

Ini contoh buku non teks.

Namun dalam prakteknya pemakaian buku oleh pembacanya tidak lagi terbagi-bagi menurut kelompok-kelompok tadi, apapun buku yang dibaca bisa dijadikan referensi untuk praktek kehidupan sehari hari maupun dalam rangka mendapatkan jennang akdemik yang lebih tinggi.

Ini adalah gambaran industri penerbitan secara lengkap, namun jika disederhanakan akan menjadi seperti ini


Nah sekarang naskah seperti apa yang bisa diteriama penerbit? Adalah naskah yang bisa dijadikan buku dan bukunya laku terjual..



ini pembobotan penilaiannya..

Ini alasannya mengapa diterima atau ditolak..


Ini datanya yang dapat kita lihat salah satunya dari Google Trend. dalam contoh grafik diatas kita mencoba uji apakah buku yang membahas tentang batu akik sedang dibutuhkan masyarakat saat ini tidak. nah ternyata tidak, buku batu akik laku sekitar tahun 2013 sd 2014.. saat ini sudah tidak. nah bapak ibu bis acek sendiri thema thema naskah yang telah bapak ibu tulis.

ini adalah contih thema yang memiliki trend yang baik bisa dilihat dari grafiknya ; selalu tinggi, stabil dan tidak pernah menyentuh titik NOl.

Hindari thema-thema yang telah mati karena Corona..



Ini adalah bidang bidang baru  karena Corona, nah thema thema yang membahas seputran bidang inilah yang kemungkinan laku.

Selanjutnya jika thema telah bagus, penerbit akan mengecek REPUTASI penulisnya, salah satu dapat ditelusuri dari Google Schoolar..seperti ini, perhatikan angka-angkan... bagimana dengan nama bapak ibu?

lalu apa pertimbangan penerbit dalam menentukan oplah atau jumlah cetak, inilah dasarnya:


Penerbit akan menentukan oplah tinggi jika buku itu dinilai mempunyai market lebar dan lifesycle panjang. Life cycle panjang artinya buku itu akan tetpa relevan dimasa yang akan datang dalam waktu yang panjang.

Mari kita pahami kalimat diatas..

Tapi apakah sseorang penulis yg telah berhasil hanya mendapatkan kebanggaan-kebanggaan saja ? Tidak seorang penulis yang berhasil setikdaknya akan mendapatkan ini semua.. lihat gambar..

Tidak hanya kepuasan batin yang didapat tetapi juga reputasi, karir yg semakin baik dan tentunya uang..

Termasuk dalam kategori PENULIS IDEALIS (tidak butuh uang) atau PENULIS INDUSTRIALIS (yang harus mendapatkan uang saat menulis), masing-masing dari kita bebas untuk menentukan pilihan.


Masuk dalam kwadran mana bapak ibu?... yang disukai penerbit adalah kwadran kanan atas yaitu IDEALIS sekaligus INDUSTRIALIS

Sebagai penutup ,Slide-slide berikut ini sebagai perenungan dan motivasi:





Beberapa pertanyaan peserta yang bisa di jadikan bahan refferensi:

P 1,Nelly dari Banda Aceh.

Pertanyaan:

 Apakah naskah yang dikirim ke penerbit ada diberikan jawaban kenapa ditolak?  Adakah diberikan waktu untuk memperbaiki menjadi naskah yg layak terbit?

Jawaban:

Penerbit tidak pernah memberi alasan yang detail ketika naskah ditolak. Alasannya hanya dengan kalimat "Belum sesuai kreteria penerbitan kami"

Namun kusus kelas ini jika pengin jawaban yang jelas panjang dan lebar kami akan membuka ruang diskusi, karena bapak ibu disini adalah orang2 khusus dan istimewa bagi kami.

P2,Imron, SMK Tutur Pasuruan

Pertanyaan:

1. Sebenarnya, visi penerbit Andi itu ke arah mana? Menerbitkan buku teks atau pelajaran atau buku.umum (fiksi dan non fiksi)?

2. Kalau memang penerbit Andi merupakan penerbit Mayor, apakah buku yg diterbitkan mendapat royalty? Atau masih dg biaya sendiri seperti penerbit Indie?

Jawaban:

1. Visi penerbit ANDI adalah IKUT SERTA DALAM MENCERDASKAN BANGSA. Jadi selama buku itu mencerdaskan baik teks maupun non teks tetap kami terbitkan.

Ada dua kategori buku yang tidak akan pernah kami terbitkan selaris apapun buku itu, Buku yang tidak akan kami terbitkan kapanpun adalah Buku Pornografi dan buku Politik Praktis.

2.Iya ANDI Pnerbit Mayor, ada sebagian peserta disini sudah merasakan Royalty dari kami ANDI. namun kami belum puas dengan besar royalty yg kami berikan, walau jumlah totalnya sudah ratusan juta.

P3, Nira, Solok Sumatera Barat, Tempat tugas: SDN 18 Batang Barus

Pertanyaan:

Sudah satu Minggu ini pelatihan di grup ini tentang penerbit mayor. Materi ini sangat menarik sekali pak.

Yang ingin saya tanyakan: apa trik yang harus dilakukan oleh seorang penulis agar tulisan nya bisa diterima di penerbit mayor?

Jawaban:

Triknya sangat mudah, bersahabatlah dengan penerbit, dengan penulis-penulis yang sudah berhasil tembus penerbit mayor.. dan diskusilah, bertanyalah.. maka jawaban2 itu akan kita dapatkan dari sana. tidak hanya jawaban yang pasti tetapi motivasi.  Tanya2 kepada moderator kita yang hebat malam ini juga asik..

P4, Agustan,Kota Palopo

Pertanyaan:

Maaf, mohon penjelasan terkait naskah yg ditolak dan diterima, Khususnya TEMA TIDAK POPULER, PENULIS POPULER. Apakah ada kemungkinan diterima naskahnya?

Jawaban:

Hahaha.. pertanyaan bagus, sekaligus menggambarkan sipenanya sedang kurang yakin dengan dirinya apakah dirinya populer atau tidak

Jika alasan penolakannya dalah thema tidak populer sulit untuk diterima, tetapi jika alasan penolakannya karena penulis kurang populer terkait dengan tema buku yg ditulisnya, maka penerbit akan menyarankan penulis tersebut mencari partner penulis lain yang namnya populer terkait dengan tema buku yg ditulis..

P5,

Pertanyaan:

Bagaimana cara melakukan analisa apakah buku yang kita tulis itu laku di pasar  atau tidak? 

Untuk karya  fiksi bagaimana menentukan tren pasar,  agar penulis tidak salah dalam mengajukan naskah ke penerbit?

Jawaban

:Untuk buku populer analisanya bisa kita cocokan salah satunya dengan data grafis di Google Trens.

Namun untuk buku fiksi sebaiknya lanjutkan saja sampai selesai, lalu lanjut dengan judul lain dan bila perlu genre fksi yang lain.

Buku Fiksi akan mengalami pasang surut dipasaran tergantung pemicu dari banyak aspek. Misal saat ini yang lagi trend adalah Fiksi dngan genre Sastra Serius, sebelumnya yan laris adalah gaya fiksi K-Pop, dan sebelumnya lagi adalah novel-novel idealis.. begit seterusnya kan berputar. jadi kalau sudah punya novel simpan saja dan keluarkan pada saat yang tepat.

Namun kalau kita punya jaringan yng luas bisa memaki endors2 agar novel yg kita tulis dibaca banyak orang.

P6, : Ali Mustofa,Alamat         :  Sragen

Ditinjau dari kepopuleran penulis pemula belumlah popular, dari ilmu juga belum seberapa, namun bila temanya popular berpeluang pasar apakah penerbit mayor menerimanya

Jawaban:

Yes bagi para pemula disarankan untuk menulis buku-buku dengan tema2 yang sedang ngtrend. Tulislah teroboslah penerbit mayor dengan setidaknya 5 judul buku2 anda yg best seller. Bila itu terjadi maka sekarang andalah yng dikejar kejar penerbit mayor agar mau menerbitkan naskah melaui penerbitnya.. keren kan..

P7, Dail,Dari serang

Pertanyaan :

Untuk bisa diterima diterbitkan di penerbit mayor apa saja yg jd kriteria utamanya

Apakah penulis junior seperti kami bisa menjadi penulis di penerbit mayor.

Tulisan selain korona apa yg saat ini dicari public

Jawaban:

Kreteria utama naskah bisa diterima adalah jika menurut penerbit naskah itu jika nantinya diterbitkan berupa buku akan banyak pembelinya, karena buku itu sedang banyak dibutuhkan masyarakat. Jadi coba renungkan sekarang kita sedang butuh buku yg seperti apa? lalu kita tanyakan kepada teman2 kita, ternyata juga butuh buku yang sama, misal PETUNJUK ISOLASI MANDIRI baik UNTUK POSITIF COVID maupun KELUARGANYA.

P8 ,Imas dari Labuan Banten.

Pertanyaan:

Izin bertanya. Saya pernah mendengar tentang sertifikasi penulis. Jika mengirimkan naskah pelajaran, apakah harus memiliki sertifikat sertifikasi tersebut? Terima kasih

Jawaban :

Tidak perlu Ibu Imas, kecuali bila buku itu akan dinilaikan ke PUSKURBUK untuk kepentingan negara dan syarat penulisnya harus bersertifikat maka sertifikat itu baru diperlukan. Penerbit ANDI sendiri sering memfasilitasi para penulisnya agar dapat sertifikan sebagai penulis dari BNSP.

P9,Dheny dari Banyuwangi.

Pertanyaan:

 Saya merasa kesulitan menentukan out line dari suatu tema. Apakah ada kiat tertentu untuk menentukan out line dari suatu tema misal tentang budaya daerah.

Jawaban:

Baik, jika sudah ketemu themanya , outline bisa mengambil dari kombinasi beberapa buku yang telah terbit. Saran carilah outline2 buku bahasa asing yang dengan mudah didapat dari google play book.


Akan kita temukan banyak buku bertema marketing dalam bahasa asing dan disana daftar isinya terbuka, gratis dapat kita adopsi sebagai outline buku kita tentunya jangan sama persis, lebih baik jika dikombinai dari beberapa outline buku.

P10,Saiful dari Kaltim

Pertanyaan:

Dalam penerbitan di penerbit mayor tadi dijelaskan setelah ditetapkan tema bagus, selanjutnya penerbit akan mengecek reputasi penulisnya.

Jadi apabila kita sbg penulis pemula otomatis reputasi kita masih rendah.

Apakah mungkin penulis pemula bisa menembus penerbit mayor?

Jawaban:

Jika temanya sangat kuat dan belum ada pesaing dipasaran maka penerbit akan berani menerbitkan walau penulisnya belum punya reputasi. Namun dapat juga berpangan menulis dengan penulis yng sudah punya reputasi.

Tambahan dari moderator( Mr Bam)

Pertanyaan:

Nah....sambil menunggu pertanyaan berikutnya. Saya boleh bertanya ya Om. Bagaimana perjalanan karir Om sampai sekarang bisa mendapat amanah Direktur Penerbitan?

Jawaban:

Saya adalah mahasiswa yg tergolong bodoh tetapi punya mimpi yang yang tinggi. Bukti kebodohan saya bisa ditanyakan ke adik kelas saya yg ikut kelas ini yaitu adiku Deswati, saya sering main ke kosnya, selain dia cantik juga padai matematika. sering banget PR matematika saya dibantu oleh dia.

Salah satu mimpi saya yang kuat adalah saya kepingin jadi orang yang terkenal. Nah salah satu cara adalah degagan menjadi penulis. Maka saya bersahabat dengan penulis yg sudah mapan. Saya bersedia membantu menyempurnakan tulisan beliau. Selanjutnya saya nulis bareng sama belia sampai 4 judul buku hehe, nah buku ke 5 dst sudah pakai nama sendiri dan bahkan saya sering diajak menulis para pemula

Karena rata2 buku yg saya tulis menjadi best seller, maka saya sangat disukai penerbit termasuk Penerbit ANDI. Saat Penerbit ANDI butuh Wakil Direktur yang tahu pasar buku, saya dipanggil untu ditawari posisi itu. saya terima tawaran itu.

Jabatan wakil direktur saya jabat hanya 2 tahun lalu menjadi direktur selama 17 tahun. Mulai tahun kemarin saya tidak lagi diopersional Direktur, tetapi sudah masuk di Dewan Direksi.




itu langkah2 praktis menjadi penulis..


Contoh buku saya yang saya tulsi bersama penulis pemula.. dan laris manis sampai cetak ulang 7 kali

Teman teman semua... semua berasal dari mimpi .. kejarlah mimpi itu... menjadi penulis kita akan mendapatan segala yang kita inginkan.. menulis tidak mengenal usia... ada banyak penulis bukunya mendi best seller setelah penulisnya meninggal... tentunya kita semua pernah baca kamus tulisasn hasan sadeli ya... sampau saat ini anak cucunya masih menikmati warisan royaltynya..


Semoga kebaikan dalam berbagi ilmu akan membuka kebaikan-kebaikan yang datang bertubi-tubi,dan kesuksesannya akan menular kepada kita semua.

 

 

Nuratikoh

Berau - Kaltim

https://biasbelajarmenulis.blogspot.com/





























Menguak Dapur Penerbit Mayor

 


Menguak Dapur Penerbit Mayor

Bisa tercerahkan dan bisa lebih memahami cara kerja sebuah penerbit besar dengan detail, merupakan salahsatu paket materi yang terjadwal di Kegiatan Belajar menulis PGRI gelombang 19.

Malam ini peserta akan mendapat ilmu dari narasumber;  Edi S Mulyanta , dan biodatanya dapat dilihat melaui link berikut ini: https://omjaylabs.wordpress.com/2020/04/22/biodata-edi-s-mulyanta/

 

Pandemi yang cukup membuat dunia penerbitan dan percetakan terguncang seperti industri yang lain.

Kebetulan pemateri mengelola penerbitan dari tahun 2001 sehingga genap 20 tahun berkecimpung di dunia produksi buku. Sebelumnya  adalah penulis lepas yang hidup dari menulis buku, hal ini menjawab pertanyaan beberapa calon penulis, apakah bisa hidup dari menulis buku.

Penulis dan penerbit telah dilindungi undang-undang secara penuh sejak terbitnya UU no 3 Tahun 2017 yag diikuti oleh Peraturan Pemerintah 2 tahun kemudian yaitu PP No 75 tahun 2019.

Dalam UU no3 dijelaskan dengan detail bagaimana proses industri penerbitan dan unsur-unsur yang ada di dalamnya. Diatur dengan detail dan kemudin disempurnakan dengan PP No 75 yang lebih detail mengatur proses membuat naskah hingga menyebarluaskannya.

Mari kita pelajari dengan seksama pada peraturan pemerintah no 75 tersebut, karena dengan PP ini proses penerbitan buku akan mejadi lebih cepat. Ada aturan-aturan yang detail bagaimana sisi penulis mengajukan naskah hingga sisi penerbit dalam mengelola naskah menjadi buku.

Pembagian penerbit mayor dan minor sebenarnya tidak ada dalam Undang-undang perbukuan no 3 tersebut. Jadi ini hanya pembagian yang secara alamiah terjadi, dimana penerbit mayor tentu mempunyai jumlah produksi yang lebih tinggi dibanding dengan penerbit minor.

Oleh Perpustakaan nasional, kemudian digolongkan kedalam penerbit yang berproduksi ribuan dan ratusan yang terlihat dalam pembagian ISBN yang dikeluarkannya.

Dikotomi penerbit mayor dan minor, kemudian terjadi juga di sisi pemasaran bukunya, dimana ada penerbit yang mampu menjangkau secara nasional dan ada yang regional saja.

Hal ini diperuncing lagi dengan pembagian yang dilakukan oleh lembaga pendidikan tinggi di Indonesia atau Kemendikbud DIKTI, yang menyaratkan terbitan buku harus berskala nasional penyebarannya.

Penerbit yang sudah terlanjur beroplah besar tentu tidak ada masalah dengan hal ini, karena memang skala produksi dan skala mesin produksinya memang sudah terlanjur besar, sehingga untuk memenuhi pasar nasional tidak terlalu sulit.

Di Era pandemi ini ternyata mengubah pola distribusi buku dengan cukup signifikan, dimana saluran outlet yang dahulunya menjadi jalur utama, saat ini justru menjadi korban dari keganasan virus Covid 19, karena ditutupnya jaringan-jaringan toko buku atau dibatasinya aktivitas pusat perbelanjaan.

Di sisi penerbit, sebagai dapur pengolahan naskah dari penulis, sebenarnya tidak ada masalah yang cukup berarti dari sisi penerimaan naskah baru. Di era pandemi ini, naskah masih saja mengalir dengan cukup baik. Mungkin karena banyak calon penulis yang melakukan WFH sehingga banyak waktu untuk melakukan penulisan naskah buku.

Tuntutan untuk tetap produktif kepada para pengajar baik guru maupun dosen, menjadikan laju naskah baru masih tetap terjaga dengan baik. Yang menjadi kendala adalah justru dipengolahan naskah, mulai dari editorial, setting perwajahan dan kover hingga produksi buku cetak.

Outlet toku buku fisik banyak terkendala kebijakan pemerintah, sehingga secara otomatis proses penerbitan buku menjadi melambat menyesuaikan dengan kondisi output penjualan buku yang melambat.

Dengan berlakunya PSBB di beberapa daerah, dengan otomatis Toko buku andalan penerbit yaitu Gramedia memarkirkan bisnisnya di sisi pit stop dan terhenti sama sekali. Dari omzet normal dan terhenti di pit stop menjadikan omzet terjun bebas hanya berkisar 80-90% penurunannya. Outlet yang tertutup menjadikan beberapa penerbit ikut terimbas, sehingga mereposisi bisnisnya kembali. Hal ini berdampak secara langsung ke produksi buku hingga ke sisi penulis buku yang telah memasukkan naskah ke penerbit menanti bersemi di Toko Buku.

Sebelum hari raya 2021, perkembangan penjualan buku cukup baik, membuat banyak penerbit menaruh harapan yang cukup tinggi pada saat itu. Setelah hari raya, ternyata gelombang Covid mengembalikan penjualan buku ke titik terendah sejak 2020, sehingga  penerbit akhirnya harus mencoba outlet-outlet baru.

Pengalaman pemateri, identifikasi tema buku menjadi sangat penting saat keadaan chaos seperti ini. Kami beruntung tema-tema yang upto date mengenai virus corona, telah  ditebar ke penulis-penulis  sebelumnya, sehingga dengan cepat  mendapatkan bahan-bahan buku-buku yang berkaitan dengan virus dengan cepat.

Kesiapan penulis, dalam menuliskan materi dalam sebuah buku menjadikan tantangan tersendiri, mengingat bahan-bahan sumber rujukan masih belum tersedia dengan mudah. Kami mempunyai database penulis yang cukup baik, sehingga dengan cepat kita mengidentifikasi siapa penulis yang berkompeten di bidang ini, Dan dengan cepat kita meramu materi, kemudian  launch, dan beruntung mendapatkan sambutan yang baik.

Kesimpulannya adalah kesiapan penulis dalam updating materi tulisannya adalah menjadi mutlak diperlukan untuk dapat ditawarkan hasil tulisannya tersebut ke penerbit.

Saat  sekarang sedang mereposisi produksi buku fisik untuk tidak dilakukan pencetakan secara massal, akan tetai menyesuaikan dengan kondisi pasar yang fluktuatif.

Hal ini tentunya memberikan kesempatan yang lebih lebar kepada bapak-ibu calon penulis untuk mencoba memasukan era baru ini, dimana produksi buku akan mengikuti keinginan pasar secara lebih spesifik.

Produksi kami saat ini kami coba untuk dapat memenuhi permintaan cetak dari 10 eksemplar hingga 300 eksemplar. Range produksi ini kami sesuaikan dengan keadaan daya serap pasar yang cenderung mengikuti komunitas dari penulis bukunya sendiri.

Penjualan online cukup membantu untuk tetap menjaga cash flow dan yang paling penting kita mencoba untuk memproduksi buku dalam bentuk digital atau e-book supaya kesemptan untuk terbit menjadi lebih luas.

Bisa mengunjungi di bukudigital.my.id untuk melihat2 buku-buku digital yang telah kami produksi



Nah kesempatan ini dapat penulis coba dapatkan dengan mempelajari bagaimana melakukan editing mandiri sebelum diserahkan ke penerbit, sehingga proses penerbitan akan dapat dipersingkat.

Ada beberapa pertanyaan yang menarik dari peserta :

P 1, Nama Lukman,Asal Bekasi

Pertanyaannya

1. Apa yang menjadi Syarat Utama naskah dapat diterima oleh penerbit mayor,

2. Apa yang mendasar  dari segi kelebihan dan kekurangan penerbit mayor dan bagaimana triknya supaya naskah yang kita buat langsung deal....terima kasih banyak sebelumnya

1. Syarat utama dalam sebuah tulisan adalh tulisan harus Baik dan Unik, baik dalam arti pemilihan tema yang menarik dan yang paling penting adalah unik, karena mempunyai hal yang berbeda dengan yang lain dan mempunai nilai kebaruan.

2. Kekurangan penrebit mayor adalah banyaknya naskah yang masuk, sehingga waktu seleksi dan produksi terbebani dengan antrian yang sangat banyak.

Jawaban :

Untuk dapat deal dengan cepat, semua penerbit mayor akan sangat tertarik jika penulis mempunyai captive market sendiri

Sehingga penulis yang mempunyai massa (guru, dosen, penggiat, artis) menjadi magnet yang cukup menarik untuk dapat diterbitkan karyanya.

P 2, Khoirul Anwar, SMPN 142 Jakarta barat,Tinggal : Cipadu

Pertanyaan:

Syarat" apa saja sehingga naskah bisa diterbitkan oleh penerbit mayor?

Syarat, materi sudah sy jawab di atas, syarat fisik adalah demikian:

Jawaban :

Buku sebaiknya sudah diputuskan formatnya oleh penulis, dalam arti penulis sudah mempunyai bayangan ukuran buku, ketebalan, dan siapa pembacanya.

Struktur buku yang baik, juga sangat menarik editorial untuk memutuskan diterbitkan atau tidak sebuah buku. Dengan struktur buku yang baik, tentu akan memudahkan naskah untuk diolah secara optimal.

P 3, Endang dari Depok,

Pertanyaan :

1. trik untuk bisa menerbitkan di Mayor secara saya sebagai penulis pemula belum banyak pengalaman? apakah penulis pemula ada yg lolos di penerbitan Mayor? mendengar penerbitan mayor sprtinya ada blok kesulitan penerbitan di mayor kenapa y?

Jawaban:

1.      Trik yang bisa dilakukan adalah tulisan memang mempunyai tema yang up to date atau mempunyai nilai kebaruan yang baik. Ataupun kalau sebagai follower dari tema buku yang sudah ada harus mempuyai keunikan tersendiri. Hal inilah pentingnya untuk mengamati buku pesaing yang telah terbit, kita bisa mencari kelemahan buku tersebut degan menuliskan dari sisi lain.

2.      Banyak penulis pemula yang lolos kok, terkadang memang memanfaatkan captive market tadi atau menguasai massa sehingga penerbit dapat dengan percaya diri menerbitkan dan memasarkan buku tersebut karena berbagi data dengan penulis.

3.      Penerbit mayor terkadang banyak naskah yang menjadi pilihan sehingga diafragma pemilihan naskah menjadi semakin kecil untuk memilah dan memilih buku yang akan diterbitkan. Sebagai penulis pemula sebaiknya menggandeng penulis yang lebih senior untuk dijadikan mitra penulisan, untuk mengangkat nama penulis pemula. Bisa menggunakan trik meminta Kata Pengantar atau meminta Comment yang dapat ditampilkan di cover buku atau back cover buku.

P 4,Ms. Phia,asal : Kota Sukabumi

Pertanyaan:

1. Biasanya berapa lama proses penerbitan sebuah buku dari mulai menyerahkan naskah hingga terbit?

2. Untuk tulisan dalam bahas Inggris/ bahasa asing apakah penerbit mayor memiliki editor khusus?

3. Jika naskah buku berbahasa asing apakah harus melampirkan bukti tertulis bahwa buku sudah di proof reading oleh ahli?

Jawaban :

1.   Proses penerbitan standar dengan rerata antrian: Penilaian 3 minggu, Editorial 3 Minggu, Setting Perwajahan dalam buku paralel dengan Cover buku 3 minggu, Proses cetak 3 minggu, dan terakhir distribusi 1- 2 bulan.

2.   Kami memiliki editor khusus untuk bahasa Inggris, walaupun editorial yang dilakukan adalah hanya dari segi kebahasaan dan struktur buku.

3.   Kami tidak mensyaratkan proof reading oleh ahli, akan tetapi sebaiknya memang melampirkannya.

P 5, Nurochmah,dari Bojonggede Bogor

Pertanyaan :

Dalam buku digital berupa e book, seberapa besar keuntungan buat penerbit mayor?

Apa tidak mengurangi penghasilan buat penerbit karena buku semakin mudah di Googling ?

Jawaban:

Untuk penerbitan buku digital, kami bekerjasama dengan Google Books. Bapak ibu bisa mencoba di bukudigital.my.id di situ kami open 20% materi bisa dibaca secara free. Apabila buku digital sudah dibeli, tidak bisa di_sharing_ ke orang lain. File buku tersimpan di Server Google, yang terbukti cukup aman dari proses pengambilan dari orang yang tidak membeli bukunya.

P 6,Helwiyah,Asal Bekasi

Pertanyaan:

1. Penerbit Andi  sekarang dapat menerima pesanan buku skala kecil dengan meninggalkan identitas sebagai penerbit mayor..

Apakah hal ini  tidak menimbulkan  singgungan dengan penerbit minor (penerbit indie)?

2. Apakah dengan kondisi lesunya produksi buku berimbas pada seleksi naskah yang masuk?misalnya. Menjadi lebih selektif

Jawaban:

1.      Kami tetap melakukan seleksi, karena target kami adalah tetap memproduksi buku secara massal, tidak hanya Print On Demmand seperti penerbit Indie. Karena sisi permintaan penulis saja kami akan menerima pesanan buku skala kecil.

2.      Kami tidak menambah tingkat seleksi buku, karena setelah kami amati trend buku tidak terpengaruh oleh lesunya pasar buku karena pandemi. Kami malah memperlebar outlet ke buku digital, supaya semua buku bagus bisa terbit, walaupun tidak melalui proses cetak fisik.

P 7, Nur H , asal Yogyakarta

Pertanyaan :

Mohon infokan kepada kami

1. trik/strategi yg paling mendasar agar karya kami tembus ke penerbit Mayor.

2. Genre seperti apa yang mudah diterima pasar,dan menjadi prioritas diterima karya tsb di penerbit ANDI,terimakasih

Jawaban :

1.      Trik utama, gandeng penulis lain untuk memroduksi buku. Skala kecil dahulu tidak ada masalah, yang penting captive market bisa dijadikan tumpuan awal. Tulis berbarengan, sehingga pembiayaan buku menjadi lebih ringan, kemudian usulkan proposal naskah ke penerbit, dengan menawarkan captive market tersebut.

2.      Sejak awal memang kami banyak di buku Perguruan Tinggi, karena pemasarannya lebih egaliter. Namun dalam perkembangannya, kami merambah ke buku umum.


ikuti saja aturan dari PP 75 tentang jenis buku

P15, Mardiyah,Asal : Malang..

Pertanyaan:

1. Mohon maaf , jika kurang sopan, bgmn tentang royalti bgi penulis?

2. Adakah pernah naskah gagal/ penjualan tdk sesuai ekspektasi ..aoa berdampak bagi penulis ( dalam dunia penerbit mayor)

Jawaban:

1.      Royalty penulis adalah 10% dari harga buku yang dikeluarkan oleh penerbit. Akan dibayarkan setiap 6 bulan setelah tanggal terbit dan selanjutnya sampai buku tersebut habis terjual

2.      Tidak ada dampak ke penulis, karena penerbit sudah menanggunkan risikonya untuk memutuskan penerbitan buku dan pemasarannya. Kami tidak pernah mem black list penulis gegara buku tidak laku.

3.      Dalam memutuskan buku terbit atau tidak adan unsur gambling di dalamnya walaupun telaah data penting untuk menghindari risiko buku tidak laku.


Penerbit buku, adalah hanya perantara saja. Semua tergantung penulis, sehingga posisi penulis sangat vital sekali dalam mengahasilkan sebuah buku. Sehingga sebagai penulis pemula pun, kepercayaan diri harus mulai diasah, dengan menghasilkan karya terbaik.

Nuratikoh

Berau - Kaltim

https://biasbelajarmenulis.blogspot.com/

Pemasaran Buku

 


Pemasaran Buku

Agar tetap mencapai hasil penjualan buku  yang maksimal maka perlu menggunakan srategi penjualan yang jitu dan tepat.

Meskipun penerbitan buku di Indonesia mengalami penurunan akibat wabah pandemic covid-19, kita tidak perlu khawatir, karena  strategi pemasaran buku akan di sampaikan oleh;

Pemateri yang bernama : Agust. Subardana, S.E., M.M. Direktur marketing penerbit Andi Jl. Beo No. 38 – 40 Demangan Baru Yogyakarta . Tlp. 0274 561881

Alamat , Email : agustinussaputra52@gmail.com Literasikangagus.blogspot.com  Channel Youtube  : Literasi By Agus  Beli Buku  www.andipublisher.com  Hp. :08112 936 680

Ø  Bekerja di Penerbit ANDI Yogayakarta selama 17 th.

Ø  Dari sejak awal th 1999 s.d sekarang menggeluti di Bidang Pemasaran

Ø  Lulus S1 dan S2 mengambil Jurusan Manajemen Pemasaran

Ø  Sering menjadi Moderator berbagai event webinar

 

Buku merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan dan sarana utama bagi proses pembelajaran serta sarana  penyampaian informasi.

Sejak usia dini, anak – anak telah diperkenalkan pada buku dan diajarkan untuk membaca beraneka ragam terbitan buku.

Dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan minat baca yang tinggi khususnya anak-anak, pemerintah mendorong kegiatan membaca sebagai wujud dukungan dan tindakan nyata dalam membangun budaya membaca sejak dini.

Dampak Penjualan buku selama covid-19




Strategi dalam mempertahankan penjualan buku saat covid -19 ini

Salahsatunya dengan merubah mindset strategi  dari “berada di zona nyaman” menjadi mindset secara digital



Pilihan strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik .

Kenapa demikian , hal ini dapat dilihat dari jenis – jenis buku yang di terbitkan.

Jenis – jenis buku yang di terbitkan tersebut dikelompokan menjadi katagori buku.

Salah satu contoh Penerbit ANDI Offset menerbitkan buku cukup banyak katagori produk yaitu ada 32 katagori produk buku ( Katagori buku Anak, buku Bisnis, Buku Pertanian, Buku Fiksi - Novel, Buku Pengembangan Diri, Buku Teks , dll ).

Dari jenis – jenis katagori buku tersebut disinilah kita akan melakukan pemetaan berdasarkan segmentasi jenis katagori buku yang diterbitkan .

Pada umumnya kegiatan pemasaran buku berkaitan dengan berkoordinasi beberapa kegiatan bisnis .  Sehingga strategi pemasaran pada umumnya di pengaruhi oleh faktor yang meliputi :

1.      Faktor Mikro , yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.

2.      Faktor Makro yaitu demografi-ekonomi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.

Dalam menjalankan bisnis Penerbitan Buku yang sedang dijalankan masuk dalam faktor keduanya yaitu Faktor Mikro dan Makro.

Hal ini dikarenakan Penerbit ANDI Offset sudah termasuk Industri Penerbitan buku, dengan usianya sudah mencapai 40 tahun dan telah menerbitkan buku lebih dari 10.000 judul buku yang telah di kelompokkan menjadi 32 katagori.

Strategi Pemasaran buku yang telah dipetakan menjadi dua:

1.      Strategi pemasaran yaitu Strategi Pemasaran Buku serangan Udara

2.      Strategi pemasaran buku serangan Darat, dengan berlandaskan pada faktor mikro dan faktor makro tersebut di atas.

Dua strategi tersebut dapat kita jelaskan secara singkat sebagai berikut :



Pertanyaan menarik dari Dwi Pratiwi dari Sukabumi

 “Mohon ijin bertanya cara untuk dapat mengirimkan naskah agar dapat dicetak di Penerbit Andi dan Jenis buku mana yang lebih terbuka untuk berhasil diterbitkan, apakah fiksi, kumpulan puisi atau buku referensi pembelajaran”?


Dijawab oleh pemateri:

“Semua sangat menjanjikan dari segi pasar.,, Untuk saat ini pandemi ini yg lebih berhasil yaitu mapel... Untuk Fiksi , dan puisi ..lebih ke buku referensi ...”

“Kalau di dalam toko buku Fiksi, Novel... Masih di peringkat atas perjualannya..” lanjutnya. 


Dukungan pemerintah terhadap budaya membaca buku dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap buku, menciptakan peluang usaha bagi pengusaha yang bergerak di bidang penerbitan buku.

Nuratikoh, M.Pd

Berau – Kaltim

https://biasbelajarmenulis.blogspot.com/


MIE ( Mudah - Instan - Enak)

 



MIE

Mudah -  Instan – Enak

 

Meskipun bukan makanan pokok warga Negara Indonesia. Makanan ini akan di temui di semua tempat dengan mudah .

Sajian   mi instan sebagai makanan pengganti nasi atau bahkan di campur dengan nasi telah melekat di kehidupan masyarakat. Cara penyajian yang mudah , cepat, merupakan menu alternatif di saat – saat tertentu.

Perusahaan penyedia makanan yang telah memproses makanan dengan beraneka rasa yang enak ini telah membuat masyarakat tertarik , hingga acapkali kurang memperhatikan cara memasak yang sesuai dengan saran saji yang tertera di masing-masing kemasan.


Berkaca Udin fokus ke Arie

Penat panas pergi kuliah

Cuaca dingin rebus mie

Hangat pedas lagi berkuah

 

Adie makan roti berisi

Berkah donor berdenyut Eyang

Mie Instan pengganti nasi

Tambah telor perut kenyang


Nuratikoh

Berau – Kaltim

https://biasbelajarmenulis.blogspot.com/



Kata Sambutan Ketua Panitia Diklat PGRI Kecamatan Talisayan

  Assalamu'alaikum wr wb Yth. Bapak Ketua PGRI Kabupaten Berau, beserta rombongan Bapak Ketua PGRI Kecamatan Talisayan Bapak C...