Teknik Promosi Buku

 

Teknik Promosi Buku

Menaklukan ribuan orang belum tentu disebut sebagai pemenang. Tapi mampu mengalahkan diri sendiri itulah yang disebut penakluk gemilang (OM Jay).

Bersama narasumber hebat berikut ini;

Pemateri menyampaikan   cara promosi buku yang bisa di lihat di link berikut ini: https://youtu.be/lZhAixv86wA

Strategi Pemasaran Buku, diambil dari bukunya UKTUB: Panduan Menulis buku dalam 180 hari.

Sebelum menulis adalah menentukan target audiens atau pembaca kita siapa. Karena strategi untuk anak-anak tentu saja berbeda dengan strategi untuk remaja, demikian juga untuk orang tua.

STRATEGI PEMASARAN BUKU

Strategi pemasaran, termasuk buku terdiri dari empat hal, yang biasa disebut sebagai 4P, yaitu

1.      PRODUCT (STRATEGI PRODUK),

Ini sebenarnya lebih banyak menjadi tanggung jawab penerbit. Kita sebagai penulis lebih banyak memberikan masukan kepada penerbit siapa target pembaca kita dan apa kebutuhan mereka terhadap buku kita.

Dengan demikian, konsep buku yang akan diterbitkan nanti menyesuaikan dengan kebutuhan dari target audiens.

2.      PRICE (STRATEGI HARGA),

Menentukan harga buku juga biasanya menjadi tanggung jawab penerbit. Pada dasarnya penentuan harga buku, ada dua strategi. Pertama, adalah harga buku secara umum. Dan Kedua adalah buku dijual dengan harga premium (lebih mahal dibandingkan buku biasa).

Harga buku bisa dijual lebih mahal jika mempunyai nilai tambah dibandingkan dengan buku-buku yang lain. Misalnya hard cover, ditambah bonus-bonus (voucher seminar, workshop, dan lain-lain)

3.      PLACE OF DISTRIBUTION (STRATEGI DISTRIBUSI),

Distribusi secara umum dibagi menjadi dua: distribusi tradisional dan distribusi non tradisional. Distribusi tradisional adalah melalui toko-toko buku, baik toko-toko buku jaringan nasional maupun toko buku lokal.

Sedangkan distribusi non tradisional, di antaranya adalah:

1. Melalui MLM (Multilevel Marketing)

2. Melalui Penjualan Langsung

3. Melalui Marketplace/e-Commerce (Lazada, Bukalapak, Tokopedia, Shopee, dll).

4.      PROMOTION (STRATEGI PROMOSI).

Program promosi bisa dilakukan oleh penerbit maupun penulis. Beberapa program promosi yang bisa dilakukan.

a.       Launching buku.

Adalah program untuk meluncurkan buku baru. Bisa di aula, masjid, lembaga pendidikan, hotel, di mana saja. Yang mengadakan bisa penerbit maupun penulis. Yang membiayai launching buku siapa? Bisa penerbit, bisa penulis. Kita perlu meyakinkan penerbit kalau buku kita akan laku, karena itulah mereka perlu menyelenggarakan program launching buku.

b.      Bedah Buku.

Bedah buku adalah acara diskusi untuk membedah isi buku kita. Bedah buku ini bisa secara online maupun offline. Offline artinya kita menyelenggarakan bisa bekerjasama dengan berbagai lembaga. Lembaga pendidikan, perpustakaan, majlis taklim, masjid, dan sebagainya.

Pokoknya, di semua tempat dan situasi yang memungkinkan, kita tawarkan bedah buku. Berapapun yang hadir, kita selenggarakan terus menerus. Apalagi sekarang ini eranya digital. Bukan berapa orang yang hadir yang penting, tetapi direkam lalu diupload di Medsos acara kita. InsyaAllah akan semakin membuat orang mengenal kita.

Yang lebih mudah sekarang ini adalah bedah buku secara online. Kita undang orang-orang untuk ikut acara bedah buku bersama kita. Bisa di FB, IG, WA Grup, Zoom, dan sebagainya.

c.       Melakukan seminar ataupun workshop

Sesuai dengan tema buku kita. Kalau saya bukunya motivasi dan menulis. Maka saya secara berkala menyelenggarakan seminar dan diklat terkait motivasi dan menulis.

Seminar atau workshop ini, pertama-tama bolehlah dilakukan gratis. Karena target kita adalah mengenalkan buku kepada para peserta. Lakukan secara kontinyu, misalnya sebulan sekali. Kalau misalnya bisa offline, laksanakan di sekolah misalnya. Kalau tidak bisa offline, lakukan secara online. Bisa via WA, Zoom, FB, IG, dan sebagainya.

d.      Membangun komunitas.

Komunitas yang kita bangun adalah komunitas yang kita sesuaikan dengan tema buku kita. Kalau buku kita temanya motivasi, maka kita tuliskan buku-buku tentang motivasi. Buku tentang guru, maka bangun komunitas guru. Buku tentang menulis, bangun komunitas menulis. Buku tentang Ice Breaking, bangun komunitas Ice Breaking. Buku tentang bahasa, bangun komunitas bahasa.

Komunitas membuat kita lebih dekat dengan pembaca sehingga memudahkan kita untuk menawarkan mereka dalam membeli buku.

Seperti komunitas guru, menulis, santri, remaja, bisnis, dan sebagainya. Semua komunitas itu ada bukunya. Share materi-materi yang ada di buku secara berkala,  sehingga anggota komunitasi ini mendapatkan manfaat. Bisa melalui WA grup

Sesekali seminar melalui Zoom.

e.      Membangun jaringan reseller

Reseller adalah orang-orang yang mau menjualkan buku kita dan mendapatkan buku dari hasil yang terjual. Kita berikan 20-30 persen komisi dari harga jual. Misalnya harga jual buku kita Rp 100.000, kita kasih 20-30%, kita berikan materi-materi yang terkait buku kita, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menjual.

Jualan di marketplace. Buka toko di marketplace (Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya). Membuka toko di marketplace akan meluaskan promosi dan distribusi kita. 

Yang penting keberadaan kita dan buku kita ada. Itulah pentingnya ada di marketplace. Jadi kalau ada orang mencari judul buku kita, bisa ditemukan.

f.        Memanfaatkan media sosial (Medsos)

Manfaatkan sebaik-baiknya followers dan subscriber dengan memberikan informasi tentang buku. Setiap hari, kita buat status terkait tema buku yang kita tulis, sehingga orang semakin paham dengan buku yang kita tulis.

Dan jangan setiap hari isinya jualan. Lebih banyak sharing-sharing, baru selling. Lebih banyak memberikan pengetahuan kepada para pembaca sehingga mereka merasa ada manfaat menjadi followers kita.

Sharing-sharing apa saja, kalau perlu sesuai dengan kebutuhan mereka. Sehingga setiap hari, semakin lama akan semakin ada ikatan dengan pembaca. Kalau sudah begitu, akan memudahkan kita dalam proses memengaruhi pikiran orang dalam membeli buku.

Jadi, pada dasarnya kita ini memengaruhi orang agar mereka mau menjadikan buku sebagai kebutuhan utama. Dan memang, membaca akan banyak membuka wawasan, pengetahuan, dan pilihan dalam mengambil keputusan.

Dengan bersama-sama membangun kebutuhan akan membaca, maka akan memudahkan kita dalam proses menjual buku.

 

  

 Nuratikoh

https://biasbelajarmenulis.blogspot.com/




Bersyukur dengan batuan BAKTI KOMINFO

 


Bersyukur dengan batuan BAKTI KOMINFO

SMP Negeri 2 Talisayan berlokasi di Jalan Raya Campursari, Kecamatan Talisayan Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur. Tepatnya berada di dekat area transmigrasi, sekitar wilayah Satuan Pemukiman 1 (SP1) .

Didirikan pada tahun 1999 dan mulai beroperasi pada tahun 2000 dan berdiri diatas tanah berukuran 100 M x 100 M atau seluas 10.000M2 milik pemerintah. Awal mula berdiri bernama SMP Negeri 18 Berau, kemudian pada tahun 2009 berubah nama menjadi SMP Negeri 2 Talisayan.

Alhamdulillah atas bantuan pemerintah , tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh akses internet dan  jaringan telekomunikasi.

Karena telah  menerima bantuan dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi ( BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo), berupa satelit komunikasi untuk membantu tersedianya akses internet demi kebutuhan layanan pendidikan di sekolah.

Dengan bantuan ini, berharap bisa secara maksimal menggunakan paket internet untuk hal-hal positif sebagai sarana pendukung aktivitas pendidikan di SMP Negeri 2 Talisayan.


Nuratikoh

https://biasbelajarmenulis.blogspot.com/





Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis

 


Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis


Yakinlah dengan kualitas naskah buku yang telah disiapkan.

Bagaimana pun sederhananya naskah tulisan kita, ia akan memiliki tempat tersendiri di hati pembacanya.

Hindari rasa minder, bahwa naskahnya tidak baik. Pegang prinsip, naskah buku yang ada sangat baik untuk diterbitkan.

Dengan demikian, akan ada rasa percaya diri dan kepuasan dalam melakukan pengeditan dan penyusunan naskah buku yang sistematis.

Malam ini narasumber  Yulius Roma Patandean, S.Pd, lahir di Salubarani Gandangbatu sillanan Kabupaten Tana Toraja, 6 Juli 1984, S-1 Bahasa Inggris di Universitas Kristen  Indonesia Toraja, S-2 di Universitas Agama Kristen Negeri Toraja.Guru Bahasa Inggris di SMA 5 Tana Toraja,

Pemenang ketiga lomba kreatifitas guru tingkat SMA , Meraih dua medali emas dan tiga medali  perunggu  Gurulympic,  dan guru berprestasi jenjang SMA provinsi Sulawesi Selatan  tahun 2021, penulis buku.

Alamat: Blog https://romadean.blogspot.com

https://romapatandean.wordpress.com

Channelyoutube: https://www.youtube.com/RomaPatandean

Facebook: Yulius Roma Patandean

Instagram: yuliusromapatandean

Secara lengkap CVnya dapat di akses di link:

https://romadean.blogspot.com/2021/01/profil.html


Tutorial cara Menyusun Buku Secara Sistematis

Bisa di akses di link youtube berikut: https://youtu.be/jXPr59aWJSc


Tutorial Cara Membuat Daftar Isi, Kutipan, Indeks dan Daftar Pustaka Otomatis

Bisa di akses di link youtube berikut: https://youtu.be/eePQwyHAcjw


Tutorial Cara Membuat Indeks Pada Tulisan Berbentuk Buku 

Bisa di akses di link youtube berikut: https://youtu.be/mS8bfNZT-rA


CLBK : Coba Lakukan Biasakan dan Konsisten.

Memulai sesuatu tentunya tidak mudah. Sama halnya dalam mengumpulkan percikan-percikan naskah buku, demikian pula dalam mengedit dan menyatukan percikan naskah kita.

Biarkan saja percikannya menyebar sana-sini di laptop, ketika dinikmati penyusunannya akan menghasilkan karya yang luar biasa.


Nuratikoh

https://biasbelajarmenulis.blogspot.com/




Konsep Buku Non Fiksi

 

Konsep Buku Non Fiksi

Menulis bukanlah keterampilan yang mudah. Berbagai penelitian bahasa menunjukkan di antara empat keterampilan berbahasa, menulis dianggap paling sulit. Menulis tidak semudah berbicara, semudah bergosip . Justru tantangannya ada karena sulit

Imajinasi adalah langkah awal inovasi,  jika di barengi dengan usaha untuk merealisasikannya , maka dari imajinasi akan tercipta karya luar biasa dari kehidupan

Narasumber kali ini adalah ibu Musiin atau biasa dipanggil bu Iin oleh orang-orang sekitarnya, memiliki hobi membaca buku, menulis, traveling dan memasak.Ia lahir di kota tahu takwa Kediri dan merupakan seorang guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Tarokan Kediri sejak tahun 1998.

Lulusan S-1 IKIP Negeri Malang, S-2 di Universitas Negeri 2 Surabaya, menempuh Short Course di SEAMEO RELC Singapura 2015

Menjadi Dosen di STKIP PGRI Jombang, STIE Dewantara Jombang, dan tutor bagi pekerja asing di PT Chief Jedang Jombang

Aktif menjadi Tim pengembang mata pelajaran Bahasa Inggris dan Tim Penilai angka kredit di tingkat Kabupaten Kediri, Founder swadaya masyarakat YAPSI , founder PT In Jaya, Penulis Buku yang telah memiliki sertifikat sebagai penulis.

Berhasil mengalahkan ketakutan diri sendiri , karena ketajutan itu merendahkan potensi untuk menulis. Keyakinan akan kemampuan menjadi PEMENANG, DENGAN MENERBITKAN TIDAK HANYA 1 buku namun puluhan buku

Ketakutan yang biasa dirasakan ketika menulis adalah sebagai berikut:

1.      Takut tidak ada yang membaca

2.      Takut salah dalam menyampaikan pendapat melalui tulisan

3.      Merasa karya oranglain lebih bagus

Ketakutan itu sering kali membuat konyol dengan hanya duduk berjam-jam di depan laptop, namun tidak menulis apapun

Kegitan menulis ternyata sangat menyenangkan. Menulis sesuai dengan hobi, kegemaran, kesukaan, cerita, atau sesuatu yang dikuasai dan dicintai. Pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan yang dimiliki adalah bentuk buku yang ada di dalam diri kita yang belum dikeluarkan.

Ada pertanyaan sang sangat menusuk hati kita: ‘IS THERE A BOOK INSIDE YOU’?

Dan Poynter, menulis sebuah buku yang sangat popular dan menjadi rujukan para penulis pemula.

Sebelum menulis buku, mari kita temukan alas an kuat mengapa ingin menjadi penulis,

Contohnya sebagai berikut:

1.      Mewariskan ilmu lewat buku

2.      Ingin punya buku karya sendiri yang bisa terpajang di took online maupun offline

3.      Mengembangkan profesi sebagai guru

Kutipan terkenal dari Imam Ghazali dan Pramuoedya Ananta Toer bisa menjadi penguat mengapa ingin menjadi penulis





Pola menulis buku:

1.         Pola Hierarkis ( Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit), contoh: Buku Pelajaran

2.         Pola Prosedural ( Buku disusun berdasarkan urutan proses), contoh: Buku Panduan

3.          Pola Klaster ( Buku disusun secara per poin atau perbutir. Pola ini diterapkan pada buku kumpulan tulisan atau bab, yang dalam hal ini antar bab setara

Langkah penulisan buku:

1.         Pratulis

a.      Menentukan tema

b.      Menemukan ide

c.       Merencanakan jenis tulisan

d.     Mengumpulkan bahan tulisan

e.      Bertukar pikiran

f.        Menyusun daftar

g.      Meriset

h.      Membuat mind mapping

i.        Menyusun kerangka

Tema bisa di tentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan , motivasi dal lain-lain.

Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik penulis bisa mendapatkan berbagai hal, contohnya

Pengalaman pribadi, pengalaman orang lain, berita di media massa, status Facebook/ Twitter/whatsapp/Instagram, imajinasi, perenungan dan membaca buku.

Refferensi terdiri dari:

1.      Pengetahuan yang di peroleh secara formal, non formal, atau informal

2.      Keterampilan lain yang di peroleh secara formal, nonformal, atau informal

3.      Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini

4.      Penemuan yang telah didapatkan

5.      Pemikiran yang telah di renungkan

Tahap berikutnya membuat kerangka

Dalam menulis isi buku berdasarkan kerangkan yang di buat, mengikuti nasehat Pak Yunus Roma Patandean di channel beliau: https://www.youtube.com/watch?v=eePQwyHAcjw&feature=youtube)

Berikut ini adalah anatomi sebuah buku non-fiksi.

1.      Halaman Judul

2.      Halaman Persembahan (OPSIONAL)

3.      Halaman Daftar Isi

4.      Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)

5.      Halaman Prakata

6.      Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)

7.      Bagian /Bab

8.      Halaman Lampiran (OPSIONAL)

9.      Halaman Glosarium

10.  Halaman Daftar Pustaka

11.  Halaman Indeks

12.  Halaman Tentang Penulis

Mengapa anatomi buku ini harus ada?

Pada saat mengikuti ujian sertifikasi penulis, akan ditanya seputar anatomi buku. Seandainya memakai jalur portofolio, buku yang ditulis pasti akan dilihat anatomi bukunya.

 

2.         Menulis Draft

a.      Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas

b.      Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan

3.         Merevisi Draft

a.      Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian

b.      Memeriksa gambaran besar dari naskah.

4.         Menyunting Naskah

a.      Ejaan

b.      Tata bahasa

c.       Diksi

d.     Data dan fakta

e.      Legalitas dan norma

KBBI online sangat membantu penulis dalam menyunting naskah.

5.         Menerbitkan

Bagaimana dengan hambatan-hambatan dalam menulis? Pasti ada Bapak Ibu. Kalau lewat jalan mulus tidak berlobang pasti mengantuk. Jadi ya harus bertemu dengan aral dan rintangan.

Hambatan-hambatan dalam menulis

1.      Hambatan waktu

2.      Hambatan kreativitas

3.      Hambatan teknis

4.      Hambatan tujuan

5.      Hambatan psikologis

Bagaimana cara mengatasinya?

1.      Banyak membaca

2.      Mencari inspirasi di lingkungan sekitar, orang sekitar atau terkait dengan nara sumber.

3.      Disiplin menulis setiap hari.

4.      Pergi ke pasar dan memasak. Ini menjadi mood booster untuk menulis lagi (kebetulan saya hobi memasak)

 

Silakan obat untuk kesulitan dicari sesuai dengan kondisi kita

 

Nuratikoh

https://biasbelajarmenulis.blogspot.com/




Sekolah Hijau dan Ramah Lingkungan

 


Sekolah  Hijau dan Ramah Lingkungan

Ketika mengisi waktu dengan menggerakkan jemari untuk menekan huruf di laptop, melanjutkan ide agar segera menjadi sebuah tulisan yang bermutu dan bermanfaat.

Terdengar suara panggilan HP,  sesaat saya lirik saja, setelah saya perhatikan ternyata dari ibu Sri utami Wardhani, ST  Kasi peningkatan kapasitas LH  , Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau.

Terdengar suara seorang ibu yang santun dan bijaksana, menelpon sebagai awal informasi sebelum undangan resmi di kirim, menyampaikan berita bahwa SMP Negeri 2 Talisayan, termasuk kategori sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Berau tahun 2021.

Dan di undang untuk hadir menerima Piagam Penghargaan Sekolah Adiwiyata.







Senyum, senang, bahagia, ekspresi yang menyatu, seolah melambung diiringi ucapan rasa syukur Alhamdulillah.

Teringat , terbayang, jerih payah, semangat membara ,kerjasama keluarga besar SMP Negeri 2 Talisayan saat merencanakan, menemukan ide, berkreasi, bahu-membahu untuk mewujudkan sekolah hijau , ramah lingkungan, hingga tercapai menjadi sekolah Adiwiyata.

Tujuan menjadi sekolah Adiwiyata adalah mewujudkan masyarakat sekolah yang peduli, berbudaya lingkungan, dengan cara menciptakan kondisi pelestarian lingkungan hidup yang lebih baik, turut bertanggungjawab dalam penyelamatan lingkungan hidup yang berkelanjutan demi kepentingan bersama dan generasi yang akan datang.

Berharap suasana asri yang nyata, ramah lingkungan yang bisa membuat senyum merekah sepanjang masa.

Semoga anugerah ini tetap menginspirasi untuk menjadi lebih baik dan menuju Adiwiyata ke jenjang berikutnya dengan mudah, dan lancar

Aamiin 


Nuratikoh

https://biasbelajarmenulis.blogspot.com/





Menulis Kelengkapan Naskah

 

Menulis Kelengkapan Naskah

Niat, tekad dan perjuangan untuk bisa menulis sebaiknya disertai dengan ketekunan dan motivasi diri, agar dapat meraih mimpi untuk mewujudkan sebuah karya.

Selalu berdo’a, berharap bahwa  sebentar lagi akan mendapatkan mahkota sebagai penulis,  yaitu buku.

Dengan ramahnya, bu Aam sang Blogger hebat yang menjadi moderator kali ini memotivasi dan mengingatkan peserta bahwa:

Tugas peserta adalah mengumpulkan 20 link resume dan wajib menerbitkan buku solo sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikat bernilai 40 jam. Oleh karena itu, cobalah mulai buat daftar isinya, karena 4 pertemuan lagi akhirnya terkumpul 20 resume.

Dan meminta peserta untuk mendoakan Om Jay yang sedang sakit dan teman-teman yang sedang Isolasi Mandiri, semoga semuanya lekas sehat dan Corona ini segera pergi dari Bumi Pertiwi, Aamiin.

Narasumber malam ini adalah Theresia Sri Rahayu, S.Pd.SD. Biasa di panggil  Cikgu Tere. Beliau adalah salah satu alumni gelombang ke-4. CV nya bisa diakses di link berikut ini:

https://www.cikgutere.com/2021/01/tere-bukan-liye.html

Buku solo,  yang terbit mulai tahun 2020. Buku ke empat dengan judul Belajar Dalam Mengajar terbit tahun 2021 setelah menyelesaikan tantangan menulis di blog setiap hari brsama YPTD.

Selain itu memangg ada beberapa buku antologi yang ditulis. Namun tidak disimpannya.  Karena biasanya buku antologi karena menjadi pemenang di beberapa kegiatan menulis bareng.

Kelengkapan naskah untuk menjadi sebuah buku, bisa di akses di Instagram

https://www.instagram.com/p/CSoGR6bJVeS/?utm_medium=copy_link

Mencoba membuat materinya dengan menggunakan canva dan diposting di akun instagram. Sambil belajar canva dan memanfaatkan akun belajar. id dari Kemdikbud.



Jika kita ingin menulis buku, kemudian bukunya ingin diterbitkan dan dicetak oleh penerbit,  maka kita harus melengkapi naskah buku kita dengan beberapa kelengkapan ini.

Masih ada bagian - bagian lain dari kelengkapan buku.  Seperti cover,  daftar pustaka,  dll.

Tapi pada malam hari  ini,  kita akan fokus pada empat bagian kelengkapan naskah di atas.

Bagian pertama adalah Prakata.

Penulis pemula,  seringkali mengalami kebingungan antara Prakata dan Kata Pengantar.


Perbedaannya

Bagian kelengkapan naskah buku yg kedua,  yaitu Daftar Isi.

Ada cara mudah membuat daftar isi otomatis menggunakan microsoft word



Bisa diexplore lagi,  menu dan tab di microsoft word nya.Jadi sebenarnya kuncinya ada di Heading 1 dan Heading 2,Seperti keterangan di atas.

Berulang kali mencari referensi dan membaca ulang sinopsis yang dibuat.

Di bagian akhir ada caption Sinopsis berbeda dengan Blurb

Sinopsis menceritakan keseluruhan isi buku secara ringkas. Sedangkan Blurb hanya menuliskan bagian - bagian menarik dari sebuah buku.  Penanda utama blurb adalah pertanyaan yang mengundang rasa ingin tahu pembaca

Berikut ini adalah contoh blurb

Hal penting yang harus diperhatikan adalah profil penulis merupakan pendukung isi buku yang kita tulis.  Maksudnya jika kita menulis tentang tips menulis di blog,  minimal kita sudah mempunyai kompetensi di bidang itu.  Mungkin kita bisa menuliskan penghargaan sebagai blogger,  dll

Juga harus relevan.  Misalnya kita menulis tentang pendidikan,  tapi kita berlatar belakang non pendidikan,  maka itu tidak relevan.  Sehingga dapat menurunkan kepercayaan pembaca buku kita.

Nuratikoh

https://biasbelajarmenulis.blogspot.com/













Kata Sambutan Ketua Panitia Diklat PGRI Kecamatan Talisayan

  Assalamu'alaikum wr wb Yth. Bapak Ketua PGRI Kabupaten Berau, beserta rombongan Bapak Ketua PGRI Kecamatan Talisayan Bapak C...