Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan

 

Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan

Tindakan kreatif dalam menulis adalah menumpahkan ide-ide baru dalam menciptakan makna tulisan yang mudah dimengerti pembaca.

Terkadang, sebuah tulisan akan menimbulkan kekeliruan makna apabila tidak ditulis dengan teliti dan cermat.  Maka dari itu,  sebelum mempublikasikan tulisan, ada hal yang harus di perhatikan yaitu  melakukan Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan.

Malam yang terasa menyenangkan , semoga berkah senantiasa mengiringi hambaNya yang menghormati dan memuliakan tamu.

Seperti saat ini, disaat kegiatan yang telah dinanti telah tiba, datanglah tamu yang sangat layak untuk di sapa, meskipun tetap dalam keadaan taat aturan protokol kesehatan, senyum termanis sebagai balasan keramahan memang tidak  kelihatan, namun ekspresi kehangatan suasana tetap terjalin dan isi hati bisa tercurahkan.

Sapaan bu Mae(Maesaroh, M.Pd, Sang Blogger Millenial) sang Moderator yang bersemangat laksana pemimpin barisan upacara kemerdekaan, yang ternyata baru saja mengurus kedua orangtua yang sedang tertimpa sakit. Sang Ibu sakit jantung, dan bapak sakit stroke.  semakin memotivasi untuk segera mengikuti materi .

Semoga do’a yang kita  panjatkan untuk kedua orangtuanya dapat memberi kemudahan untuk hidup kita. Aamiin

Narasumber hebat  bernama Susanto, S.Pd atau akrab disapa dengan sebutan Pak D Susanto, seorang Guru Kelas SDN Mardiharjo, Kab. Musi Rawas, Prov. Sumatera Selatan, yang dilahirkan Gombong Kebumen, 29 Juni 1971.

Alamat lengkap : Jalan Pesantren Dusun 2 Desa D. Tegalrejo, Kec. Tugumulyo, Kab. Musi Rawas, Sumatera Selatan Nomor HP/WA : 081373353014 , Blog pribadi : www.blogsusanto.com Facebook:https://www.facebook.com/Susantomusirawas/ Twitter: @antok_eni c. Instagram: @susanto_eni

Seorang sarjana S1 PGSD ini sangat mahir dalam editing sehingga kemahiran itu mengantarkan beliau menjadi seorang editor pada komunitas pelatihan menulis asuhan Om Jay.

Beliau akan memandu kita bagaimana tulisan bisa terpublikasi dengan baik tanpa ada kesalahan dalam menulis atau dikenal dengan istilah "Typo", kesalahan ejaan atau pun tanda baca.

Materi sebelumnya, oleh Pak "Mazmo" Sudomo, banyak dikutip sebagian besar peserta yang mengumpulkan tulisan resume pelatihan:

Swasunting, dilakukan setelah selesai menulis, jangan menyunting sambil menulis, fokus penyuntingan pada kesalahan penulisan, ejaan, kata baku, aturan penulisan, dan logika cerita. Selain itu harus kejam pada tulisan sendiri. Terakhir adalah berpegangan pada KBBI dan PUEBI.

Proofreading atau kadang disebut dengan uji-baca adalah membaca ulang sebuah tulisan, tujuannya adalah untuk memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks tersebut

Intinya, Proofreading adalah aktivitas memeriksa kesalahan dalam teks dengan cermat sebelum dipublikasikan atau dibagikan.

Kegiatan ini sesungguhnya adalah kegiatan akhir setelah tulisan diselesaikan.

Dalam hal ini sangat sesuai dengan nasihat para pakar menulis, yakni: "Tulis saja, jangan pedulikan teknis. Salah nggak papa mumpung ide masih mengalir. Jika sudah selesai, barulah kita lakukan editing."

Yang sering terjadi

Ketika "sedang" menulis, muncul keinginan agar tulisan ini harus sempurna. Sehingga, muncul kehawatiran: nanti tulisan jelek, tidak layak baca, banyak kesalahan ejaan, kalimatnya tidak pas, dan sebagainya.

Akhirnya terjebak untuk segera memperbaiki.

Hal lain (biasanya seorang blogger) ingin segera menerbitkan tulisan. Begitu selesai menulis, mungkin karena mengejar target atau ingin segera memublikasikan, langsung klik tombol kirim.

Yang pertama, alih alih tulisan menjadi lebih baik, malah tulisan "nggak jadi-jadi".

Untuk yang kedua, maksud hati membuat tulisan yang menarik, akibat kekurangcermatan dalam pengetikan tulisan di blog, tulisan menjadi berkurang nilai kemenarikannya. Sayang, ya?

Oleh karena itu, proofreading sangat penting. Ketimbang kita "menyewa" proofreader, lebih baik kita lakukan sendiri, 'kan?

Dalam proofreading, memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks yang dimaksud adalah memeriksa kesalahan penggunaan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah, hingga pemenggalan kata.

Apa bedanya dengan mengedit?

Editing lebih fokus pada aspek kebahasaan, sedangkan proofreading selain aspek kebahasaan, juga harus memperhatikan isi atau substansi dari sebuah tulisan.

Jadi, proofreading tidak sekadar menyoroti kesalahan tanda baca atau ejaan, tetapi juga logika dari sebuah tulisan, apakah sudah masuk di akal atau belum.

Ada juga yang berpendapat:

Pengeditan merupakan proses yang melibatkan perubahan besar pada konten, struktur, dan bahasa, sedangkan proofreading hanya berfokus pada kesalahan kecil dan inkonsistensi.

Tugas seorang proofreader bukan hanya membetulkan ejaan atau tanda baca, ya.

Seorang proofreader juga harus memastikan bahwa tulisan yang sedang ia uji-baca bisa diterima logika dan dipahami pembacanya.

Jadi, ia harus dapat mengenali apakah sebuah kalimat efektif, struturnya sudah tepat atau belum, hingga memastikan agar substansi tulisan dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca.

Anda yang jago bahasa asing, jika mendapatkan tugas untuk menguji-baca sebuah teks terjemahan. Output yang dihasilkannya adalah sebuah teks yang mudah dipahami meski bagi orang yang tidak mengetahui bahasa asal teks terjemahan tersebut.

Jadi, apa kesimpulannya?

Tugas seorang proofreader adalah untuk membuat teks mudah dipahami pembaca dan tidak kehilangan substansi awalnya.

Cerita pengalaman sedikit ketika menjadi proofreader dan mengedit naskah antologi teman-teman.

Ada tulisan yang sudah bagus, uraian sesuai tema, struktur bahasanya bagus, kalimat yang digunakan tidak terlalu panjang, tetapi terjadi kesalahan dalam meletakkan tanda koma atau tanda baca lainnya.

Ada juga tulisan yang masih "kacau" dari segi struktur, misalnya karena kalimatnya berupa kalimat majemuk yang terdiri dari banyak sekalai kalimat tunggal, maka proofreader harus bisa memanngkasnya dan menjadikannya kalimat yang mudah dipahami. Tentu substansi dan maksud penulis tidak berubah.

Sebagai penulis kita juga bertindak sebagai proofreader, sebelum tulisan dipublikasikan di blog atau naskah buku dikirimkan ke penerbit.

Jika kita diminta menjadi proofreader tulisan orang lain, proofreader bersifat netral.

Seorang proofreader akan menilai karya secara objektif.

Bagaimana langkah yang diambil?

Ia akan bertindak sebagai seorang “pembaca” dan menilai apakah karya penulis sudah bisa dimengerti atau justru berbelit-belit. Harapannya, setelah melewati tahapan proofreading, karya sang penulis bisa lebih mudah dipahami pembaca.

Bukankah kita menulis agar orang memahami ide yang dituangkan?

Bagaimana melakukanProofreading?

Selaras dengan pesan Mazmo.

1.      Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit

2.      Pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI

3.      Konsistensi nama dan ketentuan

4.      Perhatikan judul bab dan penomorannya

5.      Jadi gamblang, ya! Melakukan penulis yang melakukan proofreading sesungguhnya sedang bertindak sebagai seorang “pembaca” dan menilai apakah karya tulisnya sudah bisa dimengerti dengan mudah.

Jika Anda seorang blogger.

Menghindari kesalahan kecil yang tidak perlu misalnya typo atau kesalahan penulisan kata dan penyingkatan kata.

Meskipun blog itu milik pribadi dan bebas, pembaca Anda juga harus diperhatikan. Tidak ada kesalahan penulisan (typo) akan membuat pembaca nyaman.

Kesalahan kecil lainnya misalnya, memberi spasi (jarak) kata dan tanda koma, tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Tanda-tanda baca tersebut tidak boleh diketik terpisah dari kata yang mengikutinya.

Cara mudah untuk memeriksa tulisan.

Baik di Ms Word maupun di blog saya biasanya melakukan pencarian dengan menekan tombol CTRL bersamaan dengan tombol huruf F (CTRL+F).

Lalu, ketikkan misalnya tanda "," (tanda koma)

Makan muncul highlight teks dengan warna kuning.

Setelah itu kita periksa apakah ada kesalahan atau ada spasi antara kata dengan tanda koma.

Hal yang sama lakukan pada tanda baca lainnya. Jika hal ini kita lakukan maka pos blog menjadi bersih dari kesalahan pengetikan.

Kesalahan kecil lainnya yang biasa dilakukan adalah penulisan di- sebagai awalan dan di sebagai kata depan.

Oleh karena itu perlu sedikit keterampilan untuk membedakan keduanya.

Jika kata yang mengikuti di adalah verba atau kata kerja maka di ditulis serangkai dan kata itu ada bentuk aktifnya yaitu jika diberi imbuhan me-.

Aturan ejaan lainnya yang ada dalam PUEBI wajib kita pahami. Meskipun blog tidak mensyaratkan bahasa yang baku (kan suka-suka penulisnya) tetapi minimal wajib tahu dan menerapkan aturan-aturan yang dicontohkan. Kita cinta Bahasa Indonesia, ‘kan?

Contoh sederhana proofreading:

Teks asli

Membuat cerita fiksi memang sedikit berbeda dengan cerita non fiksi. Tetapi cerita non fiksi dapat disampaikan dengan gaya cerita fiksi agar lebih menarik. Tentu sepanjang tidak bertentangan dengan aturan penulisan karya non fiksi yang telah ditentukan, seperti makalah ilmiah, laporan penelitian, dan sejenisnya.

Teks Perbaikan

Membuat cerita fiksi memang sedikit berbeda dengan cerita nonfiksi. Tetapi, cerita nonfiksi dapat disampaikan dengan gaya cerita fiksi agar lebih menarik. Tentu sepanjang tidak bertentangan dengan aturan penulisan karya nonfiksi yang telah ditentukan, seperti makalah ilmiah, laporan penelitian, dan sejenisnya.

Dalam KBBI:

non (adv) tidak; bukan: nonaktif; nonberas

Tanda koma dipakai sebelum kata penghubung, seperti tetapi, melainkan, dan sedangkan, dalam kalimat majemuk (setara). Misalnya: Saya ingin membeli kamera, tetapi uang saya belum cukup. Ini bukan milik saya, melainkan milik ayah saya

Jadi, jika saya melakukan proofreading saya menggunakan Alat Bantu, yaitu

 1. puebi daring;

 2. kbbi daring

Beberapa pertanyaan dari peserta yang bisa dijadikan sebagai bahan bacaan yang bermanfaat :

P1, DAIL/ SERANG .

Pertanyaan:

Setiap saya lakukan edit tulisan sebelum publikasi selalu ada saja perbaikan, kalau diedit terus bisa lama untuk publikasi.  Bagaimana  cara edit yang efektif agar tulisan kita sudah standar EYD dan aturan penulisan ?

Jawaban:

Mengedit jangan segera begitu selesai. Endapkan dulu, beberapa saat.

Cara edit yang efektif, pahami aturan dasar:

Struktur, minimal ada S-P

Aturan Huruf kapital, aturan tanda baca, aturan pemenggalan kata, dsb

P2, Saya Syafruddin asal Tolitoli

Pertanyaan :

Apakah tulisan yg dikirim ke penerbit harus diproofreader dulu ataukh di penerbit ada bagian tugas ini?

Jawaban

Pada penerbit ada petugas, dan kata Pak Joko Penerbit ANDI, kalau tidak salah, unsur ejaan porsinya hanya 10% pada penilaian naskah.

Tetapi, jika tidak dilakukan proofreading, siapa tahu banyak kesalahan yang menyebabkan editor penerbitan malah memberi skor kecil bagi tulisan kita.

Jika tidak mampu melakukan proofreading sendiri, bisa meminta tolong jasa proofreader profesional.

Biayanya bervariasi, menurut salah satu situs penyedia jasa proofreader yang saya ketahui.

P3, Yuswandi, Alamat : Lebak Banten, Gelombang 19.

Pertanyaan:

Ada sesuatu yang menarik yg td dikatakan oleh Bapak  Nara sumber tadi yaitu

" Editing lebih fokus pada aspek kebahasaan, sedangkan proofreading selain aspek kebahasaan, juga harus memperhatikan isi atau substansi dari sebuah tulisan.

Jadi, proofreading tidak sekadar menyoroti kesalahan tanda baca atau ejaan, tetapi juga logika dari sebuah tulisan, apakah sudah masuk di akal atau belum.

Ada juga yang berpendapat:

Pengeditan merupakan proses yang melibatkan perubahan besar pada konten, struktur, dan bahasa, sedangkan proofreading hanya berfokus pada kesalahan kecil dan inkonsistensi."

Dari 2 pendapat itu agak sedikit membingungkan. Pertanyaan nya:

1.Profesi mn sebetul yg mempunya kapasitas besar dalam penyempurnaan sebuah buku sebelum dipublikasikan? 

2. Apakah sebuah penerbit buku perlu memiliki editor dan proofreading sebagai penyempurna isi dari sebuah buku yg akan dipublikasikan?

Jawaban:

Pendapat pertama, alasannya karena istilah proofreading diterjemahkan sebagai "uji baca", maka mencakup kegiatan editing di dalamnya.

Yang kedua membedakan substansi

Profesi mn sebetul yg mempunya kapasitas besar dalam penyempurnaan sebuah buku sebelum dipublikasikan?  >> Proofreader.

Tetapi ketika di perusahaan penerbitan, biasanya dinamakan editor

P4,Ms.Phia, Asal : sukabumi

Pertanyaan;

1.Pak D . Sebagai proof reader pernahkah menemukan kendala dengan hasil proofreadingnya atau proses saat proofreadingnya. Boleh dibagi kendala terbesar dalam proofreading.

2. Proofreader memang harus jeli dengan struktur kalimat kata dan frase dalam tulisan. Tapi apakah akan merubah kekhasan penulis jika kita merestruktur kalimat.?

Kadang ada penulis yang sengaja menempatkan tanda baca atau kata yg "nyeleneh" Secara struktur bahasa

Jawaban:

Kendala tanda baca / punctuation sepertinya tidak ada karena saya pakai alat CTRL+F dan PUEBI.

Yang terbesar adalah struktur kalimat.

Ini, maksudnya apa .... lah Kira-kira begitu.

Untuk ini lakukan komunikasi deng penulis

Apakah akan merubah kekhasan penulis jika kita merestruktur kalimat.?

Kadang ada penulis yang sengaja menempatkan tanda baca atau kata yg "nyeleneh" Secara struktur bahasa >> Jika itu kalimat majemuk yang panjaaaaaaang, kita penggal menjadi beberapa kalimat tunggal, tidak akan mengubah ide pokok

Tentang kekhasan, jika kekhasan itu "menerjang" kaidah, ya harus diluruskan, bukan?

P5,Hesty dari Lombok.

Pertanyaan:

Apakah untuk pengeditan kata juga bisa menggunakan kontrol F. Seperti yang dicontohkan Bapak pada penulisan tanda baca

Jawaban:

Ini di blog ya maksudnya.

Jika yg dimaksud adalah pengeditan kata atau kalimat, misalnya ketika kita baca kok janggal atau keliru, Kata itu kita kopi, kembali ke draf lalu kita cari pada kolom yg tersedia setelah mengetik CTRL+F, pasti ketemu tuh.

Jika pada naskah Word, ya langsung saja kita baca lalu ketemu kata yang salah ketik, betulkan.

P6, Omma Babys, Asal :NTT

 Pertanyaan:

Bagaiman langkah yang tepat untuk melakukan proofreading sedangkan kalau kita menulis yang diusahakan adalah yg bagus?mohon penjelasannya.

Jawaban:

Tulis saja dahulu sampai selesai. Tinggal dulu  beberapa saat. Kembali ke tulisan, lakukan proofreading.

Yang pasti tulisan yang bagus adalah yang tulisannya sarat dengan PUEBI

Bukan sarat dengan PUEBI, tetapi mengikuti aturan sesuai PUEBI. Mungkin tepatnya begitu

P7, Agustan,Asal: Kota Palopo

Pertanyaan:

Sering dijumpai paragraf dalam tulisan yang terdiri hanya 1 atau 2 kalimat. Bukankah dalam 1 paragraf harus terdiri dari Kalimat utama dan kalimat pendukung? Mohon penjelasannya.

Jawaban:

Mungkin lebih tepatnya, dalam satu paragraf harus terdiri dari satu ide pokok seperti pelajaran kelas 6 tema 1 subtema 1.

Jika satu kalimat sudah mewakili ide pokok yang hendak disampaikan, mengapa tidak?


Nah, prosesnya kira-kira seperti itu, ada pendapat dari proofreader utk diajukan kepada penulis.Jadi, komunikasi dengan penulis juga perlu, karena ketika mjd P-R dia ada kontak dengan penulis

ini obrolan kita sore tadi.

P9, nelly dari banda aceh.

Pertanyaan:

Periksa tata bahasa sesuai puebi itu harus pengalaman edit,  adakah aplikasi yg cek keseluruhan paragraf?

Jawaban:

Saya belum pernah menemukan.

 

Tetapi untuk mengecek apakah tulisan kita merupakan plagiasi ada aplikasinya.

P10, Ries Muhammad Effendy dari SDN JATINEGARA KAUM 01 Jakarta timur 1.

Pertanyaan:

Ketika swasunting biasanya kita sudah merasa bena dr dan sudah terbaik. Tapi ketika orang lain baca ternyata dari cara penulisan dan POEBI tulisan kita banyak salah. Untuk meringan kan para editor apa yang harus menjadi bekal bagi penulis ketika dia mau edit tulisannya? Terima kasih

Jawaban:

Itulah saya teringat lagu Bung RHOMA, kuman di seberang lautan tampak, Gajah di pelupuk mata tidak tampak.

Juga teringat ketika teman-teman nonton bola di tribun atau di televisi.

Bapak sebagai penulis adalah pemain bola yang menggiring bola ke gawang kadang tidak tahu di depan ada pemain yang hendak menjegal. Kami penonton di kejauhan tahu benar ke mana bola harus ditendang.

Untuk meringan kan para editor apa yang harus menjadi bekal bagi penulis ketika dia mau edit tulisannya?

Pahami struktur kalimat, pahami PUEBI, buka KBBI jika ragu dengan kata-kata tertentu

Mempelajari PUEBI yang tebal, kadang membosankan,

Kita tidak mungkin menguasai segalanya, hanya orang-orang tertentu yang ditakdirkan memiliki kompetensi: penulis, proofreader, editor, sekaligus.

Berbahagialah Anda yang memiliki talenta ketiganya

Namun setidaknya sebagai penulis memiliki keterampilan minimal sebaga penyunting tulisan sendiri, agar calon pembaca kita memahami apa yang kita maksudkan dalam tulisan

Nuratikoh

https://biasbelajarmenulis.blogspot.com/



Menulis Buku Mayor Dalam Seminggu

 


Menulis Buku Mayor Dalam Seminggu

Menulis merupakan salahsatu kegiatan mulia dan jalan untuk memajukan sebuah peradaban . Kehadiran media-media daring/ online yang memberi kesempatan untuk menulis sebagai sebuah ikhtiar atau usaha  memajukan peradaban.

Dengan menulis kita seperti sedang tertuntun untuk melatih,menanamkan dan merekat ilmu agar terpatri dan tidak mudah terlupakan begitu saja

Proses untuk menuangkan ide dalam pikiran menjadi tulisan atau sebuah buku yang menarik, memotivasi dan menginspirasi atau bahkan sebagai wahana untuk menghibur pembaca, memerlukan cara/ trik jitu agar cepat di terbitkan menjadi sebuah buku idaman.

Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA.,seorang narasumber yang juga sebagai Ketua SLC C pengurus besar PGRI,  Channel Youtubenya lebih dari 500 postingan video - semua adalah hasil ngobrol, rekaman, seminar, dan webinar selama masa pendemi berlangsung,CVnya bisa di lihat di link , https://id.wikipedia.org/wiki/Richardus_Eko_Indrajit, akan menyampaikan materi dan trik jitu menulis cepat dalam kurun waktu seminggu , sudah bisa menjadi sebuah buku yang sangat bermutu.

Sebelum kegiatan di mulai ,diawali dengan penyampaian  OM Jay bahwa dulu pernah ditantang oleh Prof Eko Indrajit; Apakah omjay bisa mengajak guru menulis buku dalam seminggu?

Agak khawatir juga OM Jay. Pasti bukunya tidak akan jadi dan diterima oleh penerbit mayor. Namun, kekhawatiran OM Jay ternyata tidak terbukti. Ada beberapa guru yang akhirnya bisa mewujudkan mimpinya menerbitkan buku dalam seminggu.

Memang menarik dan khas gaya  moderator Mr Bam dalam memandu acara, dengan beberapa kalimat penyemangat sebagai pembuka kegiatan agar khidmat.

Sebelum menikmati pembelajaran malam ini, mengajak kepada seluruh peserta untuk menyiapkan diri dengan tenang, beberapa hal yang bisa dilkukan :

1. Terseyumlah, barangkali lupa hari ini belum terseyum. Berikan senyuman yang paling manis buat seluruh orang di rumah.

2. Ijin kepada pasangan bagi yang sudah berkeluarga, mohon doanya malam ini sedang belajar menjadi penulis hebat.

3. Ini sangat penting, siapkan minuman dan cemilah yang bisa membuat malam ini tambah bahagia.

Bagi yang akan bertanya silahkan bisa chat di 088809405468, sebutkan nama dan asal, mohon dibuat satu chat, agar memperlancar pengiriman ke grup.

Tak kalah menariknya cara narasumber menyampaikan materi yang membuat peserta sudah merasa termotivasi dan tertantang untuk terinspirasi dengan judul dan isi materi yaitu untuk melahirkan penulis-penulis hebat yang tersebar di seluruh wilayah tanah air.

Syarat untuk menulis buku itu sederhana, yaitu sehari-harinya suka ngobrol mengenai berbagai hal, dan bisa mengetik di komputer, baik menggunakan 10 jari maupun 11 jari

Sudah hampir satu tahun inisiatif menulis buku dalam 2 minggu ini diluncurkan oleh kami, karena naarsumber  ditantang Oom Jay untuk membuat terobosan bagi guru-guru.

Idenya adalah guru-guru yang berminat unuk menjadi penulis buku mayor, dipersilahkan untuk memilih satu dari 50 judul topik yang ada di dalam EKOJI CHANNEL

Setelah masing-masing guru memilih satu judul, maka kami sepakat dalam dua minggu hingga satu bulan, para guru diminta untuk MENULISKAN APA SAJA YANG SAYA KATAKAN DALAM VIDEO tersebut, dengan menggunakan kata-kata atau kalimat dari guru penulis

Setelah semua yang dikatakan dituliskan (tentu saja dengan struktur yang sudah disepakati bersama), maka para guru di minta untuk MELENGKAPI dan MEMPERKAYA-nya dengan referensi lain yang dapat mereka temukan di internet.

Setelah satu bulan, semua hasil karya para guru yang rata-rata di atas 100 halaman,

Oleh PENERBIT ANDI dilakukan reviu berdasarkan sejumlah kriteria dan indikator, dan diputuskanlah mana yang harus direvisi minor, mayor, dan yang tanpa revisi untuk diterbitkan serahkan ke PENERBIT ANDI

Hasilnya, angkatan pertama yang diberi nama PELOPOR berhasil menerbitkan 19 buah buku, dimana para guru menjadi penulis pertama dan Prof Ekoji ditempatkan sebagai penulis kedua

Berkaca pada keberhasilan tersebut, ternyata meningkatkan motivasi dan gairah guru-guru lain untuk menyusul berkarya, dan secara berturut-turut keluarlah angkatan berikutnya.

Nama angkatannya adalah SEPTEMBER CERIA, OKTOBER IMPIAN, dan FEBRUARY-17.

Hal serupa di ulangi dengan bekerja sama erat bersama teman-teman hebat dan profesional dari Penerbit ANDI

Alhasil hingga saat ini telah lebih dari 50 buku diterima dan diterbitkan oleh Penerbit ANDI, baik dalam bentuk buku fisik maupun e-book 

Di bulan Agustus ini, (alumni penulis, dan Penerbit ANDI) siap meluncurkan angkatan berikutnya, yaitu angkatan MERDEKA MENULIS...... silahkan semua mengunjungi youtube Prof Ekoji, pilih judul yang belum pernah ditulis, dan daftar ke mas Bambang untuk mulai mewujudkan impian dalam DUA MINGGU

Selingan | Ini adalah salah satu lagu yang menghibur peserta di sela-sela menggerakkan jemarinya untuk menulis, Catatan Si Boy: https://www.youtube.com/watch?v=XhmQsQZhJMI

Awalnya memang terasa sulit, karena inisiatif ini relatif baru bagi para guru, tapi dengan semangat, motivasi diri, dan saling membantu, semuanya indah pada waktunya

Yang membuat BANGGA adalah beberapa hal - pertama adalah selain para guru berhasil menerbitkan buku, ada yang telah berhasil menerbitkan beberapa buku hingga hari ini, dan kedua adalah karena sudah ada yang berani menerbitkan buku secara mandiri - dalam arti kata memulai semuanya dari nol (tanpa harus bertumpu mencari ide dari EKOJI CHANNEL)

EKOJI CHANNEL adalah sekedar batu pijakan untuk membantu anda yang mengalami kesulitan dalam mencari judul buku yang hendak ditulis

Penerbit ANDI dengan dukungan PGRI akan segera menerbitkan yang namanya EKOJIPEDIA dimana isinya seperti ensiklopedia, tapi seperangkat lengkap buku-buku tulisan karya guru yang selama ini telah diterbitkan oleh Penerbit ANDI

EKOJIPEDIA ini akan ditawarkan ke berbagai perpustakaan di sekolah-sekolah Indonesia dengan harapan dapat membantu memotivias para guru dalam menghadapi era new normal, mengingat sebagian buku berkisar seputar PJJ dan pemanfaatan teknologi informasi bagi pendidikan

 

Hal paling menarik dari materi mala mini adalah ketika Prof Ekoji menyampaikan:

Nah mas Bambang, selain para guru boleh MENGAJUKAN PERTANYAAN, saya mohon bantuannya gar memberikan kesempatan para guru untuk MENDAFTARKAN DIRI mengikuti tantangan grup MERDEKA MENULIS ya,

Setiap angkatan atau batch biasanya saya kasih limit 25 orang yang SERIUS untuk menghasilkan karya publikasi buku mayor - silahkan teman-teman yang punya motivasi kuat untuk mendaftarkan diri ke mas Bambang

Untuk yang sudah pernah mengikuti angkatan sebelumnya tapi belum berhasil menelurkan buku, dipersilahkan untuk bergabung - sementara yang sudah mahir menulis, tidak perlu mendaftarkan diri, karena anda berfungsi menjadi aissten dan penasehat bagi saya

Berikut ini  pertanyaan peserta yang perlu di cermati dan di jadikan tambahan pengetahuan;

P 1, Nelly dari Banda Aceh,

Pertanyaan

Bagaimana trik bapak dalam membagi waktu antara kesibukan pribadi,  kuliah dan kerja? Bacaan yang menginspirasi untuk menulis?

Jawaban

Ada pepatah mengatakan "jika engkau menyenangi yang kau lakukan, maka engkau tidak akan pernah merasa bekerja. engkau akan dapat membagi waktumu dengan baik, bukan waktu yang mematasimu". Begitu Mbak Nelly, karena memang dari kecil saya sudah terbiasa membaca apapun. Jadi setiap kali sebelum tidur malam, minimum saya menulis satu lembar tulisan, apapun itu tulisannya.

P2, Yenmarlinda dari Padang

Pertanyaan:

Apakah menulis d Merdeka Menulis nanti sama dengan penulisan resume.. atau ada aturan bakunya

Jawaban:

MERDEKA MENULIS bertujuan untuk MEMBUAT BUKU MAYOR DALAM DUA MINGGU, sesuai dengan tema diskusi kita malam ini. Cara penulisan dan urutannya saya jelaskan dalam butir 14 sampai dengan 19 dalam chattingan di atas.

P3, Syafruddin Tolitoli                 

pertanyaan :

Jenis karya tulis apa saja yg bisa diterima dlm seminggu ini pak?

Jawaban:

EKOJI ACADEMY dan PENERBIT ANDI fokus pada penulisan buku yang akan MEMBANTU GURU-GURU dalam melaksanakan belajar mengajar PASCA PANDEMI, jadi isinya adalah berbagai fenomena baru yang harus menjadi bekal bagi para guru, misalnya yang sudah terbit adalah terkait dengan: gamification, literasi guru abad ke-21, blended learning, learning management system, pendidikan karakter dalam PJJ, parenting 4.0, cyber pedagogy, flipped classroom, dsb - intinya adalah konsep-konsep teknologi pendidikan baru yang sedang menjadi tren dimana-mana

P 4, Sri Sundari (Karawang)

Pertanyaan:

Kriteria apa saja supaya naskah kita diterima penerbit mayor, terima kasih

Jawaban:

Nah kalau itu jawabannya ada pada sesi PENERBIT ANDI, karena merekalah yang menentukan. Namun saya ada videonya, yaitu di https://www.youtube.com/watch?v=17v72RUhZIY

selamat menikmati

P 5, serang,Gel 20

Pertanyaan:

Prof. Eko dalam menulis buku mayor. Pengalaman pertama seperti apa?

Apakah langsung diterima?

Jawaban:

Saya dulu pertama kali menerbit buku mayor adalah di tahun 2000, karena dampak krisis tahun 1998, banyak mahasiswa yang tidak bisa membeli buku terbitan luar negeri akibat dolar melonjak - yang saya lakukan pada saat itu adalah, saya ke perpustakaan tempat buku-buku yang diperlukan mahasiswa S2 berada, setiap satu buku saya ringkas intisarinya menjadi 10 halaman. Alhasil 20 buku saya ringkas jadi 200 halaman, dan saya terbitkan iseng-iseng dalam bentuk Bunga Rampai. ehhhh... ternyata laku.... dan banyak yang senang. Akhirnya ketagihan setelah itu menulis buku....

P 6, Raliyanti,Asal : Jakarta

 

Pertanyaan:

Bagaimana Trik mudah menulis buku ala Prof. Eko?

Jawaban:

Triknya sederhana, dimulai dari membuat Table of Content yang sederhana. Biasanya saya mulai dengan membaginya menjadi 6 bagian, yaitu menjawab pertanyaan 5W1H. Misalnya judulnya adalah: GAMIFICATION. Maka TOC-nya menjadi: Bab 1 - Apakah gamification itu? Bab 2 - Mengapa gamification penting? Bab 3 - Di mana gamificaiton dibutuhkan? Bab 4 - Kapan gamification dipergunakan? Bab 5 - Siapa yang menggunakannya? dan Bab 6 - Bagaimana cara membuatnya? Mudah bukan.....?

P 7, Nama :Ms.Phia,asal : Kota Sukabumi

Pertanyaan:

1. Jika saya bisa mengikuti challenge untuk menulis bersama Prof. Eko. Apakah saya bisa menbuat naskah dalam bahasa Inggris prof?.

2. Bagaimanakah tips Prof. Untuk membagi waktu antara semua kegiatan dan Sekolah yang terus menerus ?.

Saya baru menyelesaikan 2 gelar S1 dan 2 master.. Sekrg menuju S3 ke satu tapi rasanya sudah kewalahan sekali dengan semua kegiatan.

Jawaban:

1. Wah hebat sekali, mangapa tidak? Namun saya harus konfirmasi dulu dengan Penerbit ANDI apakah mereka punya slot untuk menerbitkan karya Bahasa Inggris? 2. Nah, pertanyaan ini sudah saya jawab dalam JP1 di atas, yaitu jawaban saya terhadap pertanyaan serupa dari bu Nelly.

P 8, Mangatur Panjaitan, Asal: Batam

Pertanyaan:

Untuk mengikuti angkatan MERDEKA MENULIS bulan Agustus ini, langkah cepat apa yang dilakukan agar bisa mewujudkan impian dalam DUA MINGGU naskah selesai dan dikirim ke penerbit ANDI?

Jawaban:

Mas Mangatur Panjatian, pengalaman memperlihatkan bahwa intinya adalah pada MOTIVASI MENULIS dan KEMAMPUAN MENULIS. Jika keduanya bisa dipertahankan dalam dua minggu, maka nischaya 100 halaman buku minimal tercapai. Bukankah 14 hari dikali 10 halaman = 140 halaman? Ayo ikutan, ditunggu.... Salam literasi kembali. Saya sudah kangen sama Batam. Saya dulu kecil di Riau, tumbuh di kota Dumai selama Sekolah Dasar.

P 9, Endang Rahayu, Depok, Gelombang 20

Pertanyaan

1. Tantangan yang bapak prof berikan sudah terbukti. Apakah ada kendala dalam menjawab tantangan penerbitan tersebut! Apa saja tantangan menghadapi penulis pemula seperti saya?

2. Bagaimana Trik untuk menjawab tantangan agar bisa saya ikuti?

3. Pendidikan yang bapak profesor tekuni brp tahun ditempuh dan apakah linier semua?

Jawaban:

Nomor 1 dan 2 nampaknya lebih tepat dijawab oleh mereka yang telah menjalaninya. Yang saya lihat dari pengalaman saya dengan guru-guru pemula dalam hal penulisan adalah PERSISTENCE dan KONSISTENSI. Konsistensi dalam menjaga motivasi untuk menulis. Yang berhasil saya lihat karena mereka didorong oleh impian dan keinginan terpendam yang sudah lama ada di dalam diri mereka, sehingga mereka mencurahkannya dengan sepenuh dan segenap hati - jadi tidak ada waktu bagi mereka untuk menyerah atau turun semangatnya. Sementara untuk nomor 3, saya adalah penganut pandangan bahwa ilmu itu tidak ada yang linear, semua ilmu bersifat multi, inter, dan transdisiplin.

https://www.youtube.com/watch?v=p1rq2JJ2g0c

 

Salam Literasi

Selamat membaca, semoga terinspirasi

 

Nuratikoh

https://biasbelajarmenulis.blogspot.com/






Kiat Menulis Cerita Fiksi

 

Kiat Menulis Cerita Fiksi

Di kala ada kemauan , Insya Allah akan ada jalan untuk dapat mewujudkan impian.

Seperti halnya dengan materi yang telah terjadwalkan . Materi ini merupakan salahsatu yang sangat dinanti dan harapkan sejak mengikuti Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Dengan pertimbangan ; saat seorang penulis pemula memulai merangkai hurup menjadi kata dan kalimat bahkan sebuah paragrap yang menarik , memukau pembaca, itu adalah cerminan perasaan yang tidak dapat di ungkapkan hanya dengan kata dan kalimat saja.

Menulis, merangkai huruf menjadi kata dan kalimat berdasarkan kejadian nyata saja acapkali mengalami keragu-raguan dan bahkan buntu ide, apalagi , menulis berbagai cerita rekaan atau didasari fantasi dan bukan berdasarkan atas kejadian nyata.

 

Beruntung sekali hari  ini , Senin tanggal 09 Agustus 2021 , pukul 19.00 WIB.Materi yang akan di kawal oleh Moderator yang sudah berpengalaman, Aam Nurhasanah, dan  Narasumber  dengan nama  panggilan Momo DM, dan lengkapnya Sudomo S.Pt  .

Saat ini mengajar IPA di SMP Negeri 3 Lingsar Lombok Barat. Pencinta formula fisika, gejala alam semesta, dan rangkaian kata. Sarjana peternakan yang mengajar IPA, yang juga mencintai dunia menulis fiksi.

Alumni Belajar Menulis bersama Omjay gelombang 16. Sebelumnya pernah menjadi narasumber gelombang 18.

Oleh moderator , peserta diajak main di salahsatu link blog. nya

https://bianglalakata.wordpress.com/2020/11/18/pahlawan-literasi-harapan-besar-dari-hal-kecil/

Berkat sang tokoh anaknya Opin, sudah menciptakan resume dengan gaya fiksi yang menarik.

Narasumber akan menyampaikan hal-hal penting yang bukan hanya terbang melayang diangan-angan saja, namun isi hati, pikiran, perasaan, khayalan, akan tercurahkan , terungkap, lewat tulisan dan seolah-olah merupakan kejadian nyata yang bisa membawa perasaan pembaca hanyut dalam susasana dan asyik dalam menikmati cerita.

Di awali dengan cerita tentang perjalanan menulis selama cerita fiksi.

Saat membuat tugas resume kelas menulis, mencoba berbeda dari yang lain, yaitu menulis resume kelas menulis dengan teknik fiksi

Menulis resume dalam bentuk fiksi ternyata seru.

Buku tersebut akhirnya bisa terbit untuk memenuhi syarat tugas membuat resume kelas menulis Omjay

Karya-karya fiksi, baik yang solo maupun antologi di penerbit indie maupun mayor bisa Bapak/Ibu di tautan berikut, ya link http://linktr.ee/sudomo

Berikut ini adalah materi berbagi kita malam ini, yaitu Kiat Menulis Cerita Fiksi










Pertama, yaitu mengapa kita harus menulis fiksi? Ini penting karena menjadi dasar bagi kita untuk belajar menulis fiksi. Alasan utama adalah salah satu materi dalam tes Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)  adalah Teks Literasi Fiksi.

Artinya saat ini kita sebagai guru harus bisa menulis fiksi. Tujuannya agar mudah menyediakan soal latihan bagi murid kita.

Alasan berikutnya adalah dengan menulis fiksi akan bermanfaat dalam pengembangan profesi kita sebagai guru. Kumpulan cerita fiksi bisa dibukukan sebagai syarat kenaikan pangkat. Novel termasuk kategori karya seni kompleks. Kumpulan cerpen bisa termasuk kategori karya seni sederhana.

Kedua, syarat menulis fiksi,  yaitu komitmen, riset, membaca karya fiksi, mempelajari KBBI dan PUEBI, memahami dasar menulis fiksi, dan menjaga konsistensi menulis fiksi.

Ketiga, bentuk-bentuk cerita fiksi, yaitu fiksimini, flash fiction, pentigraf, cerpen, prosa, novela, dan novel.

Perbedaan terletak pada kompleksitas konflik cerita. Selain itu ada juga batasan kata dan ada juga yang menggunakan batasan paragraf.

Keempat, unsur-unsur pembentuk cerita fiksi, yaitu tema, premis, alur/plot, penokohan, latar/setting, dan sudut pandang. Dari sekian unsur ada premis yang mungkin baru bagi Bapak/Ibu.

Apa itu premis? Premis adalah ringkasan cerita dalam satu kalimat. Terdiri dari karakter, tujuan tokoh, rintangan/halangan, dan resolusi.

Contoh premis: Seorang anak memiliki kemampuan sihir bersekolah di sekolah sihir yang harus melawan penyihir jahat demi kedamaian bumi.

Dari contoh jika dijabarkan adalah sebagai berikut:

karakter: anak

tujuan tokoh: kedamaian bumi

rintangan: melawan penyihir jahat

resolusi: belajar sihir

Kelima, kiat menulis fiksi.

- Niat, terkait motivasi diri memulai dan menyelesaikan tulisan;

- Baca karya orang lain, bahan referensi, gaya bercerita, menambah diksi

- Ide dan Genre, terkait mencatat ide dan pilihan genre yang disukai dan dikuasai

- Outline, terkait kerangka tulisan berdasarkan unsur-unsur pembentuk cerita fiksi

- Menulis, terkait membuka  cerita, mengenalkan tokoh, menguatkan konflik, menggunakan pertimbangan logika cerita, susunan kalimat pendek dan jelas, pilihan kata, teknik show don't tell, dan ending yang baik.

- Swasunting, dilakukan setelah selesai menulis, jangan menyunting sambil menulis, fokus penyuntingan pada kesalahan penulisan, ejaan, kata baku, aturan penulisan, dan logika cerita. Selain itu harus kejam pada tulisan sendiri. Terakhir adalah berpegangan pada KBBI dan PUEBI.

Sebelum kita buka sesi tanya jawab, izinkan Aam bertanya terlebih dahulu yah besan.

Bagaimana mengasah teknik show don't tell(Menunjukan tapi tidak memberitahu)? Agak kesulitan untuk yang newbie saat ingin menulis cerpen.

Jawaban

Terima kasih pertanyaannya, Besan. Teknik melatihnya ya dengan terus mencoba menulisnya. Tentu pertama harus memahami teknik show don't tell terlebih dahulu. Sebagai contoh mudah bisa mulai berlatih dari kata sifat, misalnya sedih. Dengan teknik ini kita akan membangun suasana sedih tokoh tanpa harus menuliskan kata sedih.

Contoh:

Tehnik tell

Mira sangat sedih melihat jenazah ibunya.

Tehnik show

Dadanya terasa sesak, napas terasa tersekat di tenggorokan, terdengar isakan dibarengi dengan derai air mata yang tak kunjung usai sembari menatap tubuh wanita yang melahirkannya terbujur kaku di ranjang.

P1,Anni,Wonogiri

Saya ingin bertanya karena tertarik dengan kelahiran bapak yang Sukoharjo, itu dari Jateng atau di NTB ada kota Sukoharjo juga. Lantas apakah dari kisah nyata sendiri bisa di sadur menjadi cerita Fiksi, cara membuat cerita Fiksi agar panjang bagaimana?

Jawaban

Terima kasih pertanyaan, Bu Anni. Saya lahir dan besar di Sukoharjo Jawa Tengah, Bu. Salam kenal tetangga kabupaten. Hehe. Kisah nyata sangat bisa dijadikan cerita fiksi. Istilah kerennya based on true story. Ini akan membuat cerita fiksi lebih dekat dengan pembacanya. Sedangkan cara memanjangkan cerita fiksi salah satunya adalah menggunakan teknik show don't tell seperti yang saya jelaskan tadi. Kalau untuk jenis novel panjang, tentu harus disiapkan outline/kerangka dengan beberapa konflik yang baik.


Cerita fiksi merupakan karya sastra berisi berbagai cerita rekaan atau didasari fantasi dan bukan berdasarkan atas kejadian nyata. Daya imajinasi pengarang yang dikemas dan di tulis sedemikian rupa mampu membuat pembaca hanyut dan seolah merupakan kejadian nyata


Nuratikoh

Berau Kaltim

https://biasbelajarmenulis.blogspot.com/
















Kata Sambutan Ketua Panitia Diklat PGRI Kecamatan Talisayan

  Assalamu'alaikum wr wb Yth. Bapak Ketua PGRI Kabupaten Berau, beserta rombongan Bapak Ketua PGRI Kecamatan Talisayan Bapak C...